Simpang Lima Direncanakan Jadi Kawasan Pusaka

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Pemda Provinsi Politik Profil

Peringati Harlah Pancasila, Gubernur Resmikan YPMN

RBO, BENGKULU – Guna mewujudkan Bengkulu sebagai pusat pendidikan kebangsaan dan destinasi wisata sejarah, Yayasan Pusaka Merajut Nusantara (YPMN) Bengkulu pada Sabtu, (1/6) memperingati Hari Lahir Pancasila, sekaligus meresmikan serta deklarasi, bertempat di rumah kediaman Ibu Fatmawati-Soekarno Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung sebelum pelaksanaan buka puasa tersebut, dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Dr H. Rohidin Mersyah, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dan pengurus TP Sriwijaya Bengkulu.

Dalam kegiatan itu juga, ada orasi kebangsaan tentang Pancasila dari Prof. Herlambang, dan potensi daerah yang perlu dikembangkan kedepan, dari Drs Azhar Marwan M.Si selaku pemerhati dan akademisi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutanya memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Apalagi langkah ini bisa menunjukan eksistensi Bengkulu dalam konteks sejarah nasional. Dimana kelahiran Ibu Fatmawati sebagai Ibu Negara Pertama Republik Indonesia sekaligus penjahit Bendera Sangsaka Merah Putih, telah menjadi simbol kedaulatan negara, yang harus dikembangkan, dilestarikan dan dikenalkan kepada anak bangsa. “Kita dari Pemprov bersama YPMN menggagas kawasan rumah Ibu Fatmawati yang terletak dekat dengan Simpang Lima sebagai pusat kota menjadi kawasan pusaka merajut nusantara, mulai dari mesjid dengan rumah adat Bengkulu, rumah Ibu Fat dan persinggahan Bung Karno. Sehingga sejarah itu bisa betul-betul akan melekat dari seluruh anak bangsa,” Kata Rohidin Mersyah, kemarin.

Konfrensi pers

Selain itu Gubernur juga menyambut baik gagasan secara akademik yang bertepatan dengan momen hari lahirnya Pancasila ini, Universitas Bengkulu (UNIB) akan memposisikan fakultas hukumnya menjadi program studi hukum Pancasila. “Saya apresiasi gagasan demikian. Karena membangun daerah memang membutuhkan partisipasi bersama. Termasuk perguruan tinggi. Dalam mengembangkan dan memunculkan sejarah dan budaya, agar kekhasan daerah bisa muncul secara nasional. Termasuk juga komunikasi produktif tentang potensi Bengkulu yang telah diidentifikasi untuk diangkat secara nasional, yaitu keberadaan Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati, geotermal untuk ketahanan energi nasional, kopi dengan memiliki karakteristik robusta berbeda dengan daerah lain dan potensi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang perlu dikoneksikan dengan daerah di wilayah tengah Sumatera,” terangnya.

Sementara itu, Pendiri Yayasan PMN yang juga menjabat Anggota DPD RI dari Dapil Bengkulu, H. Ahmad Kanedi SH, MH menjelaskan, kegiatan yang dipusatkan di rumah pahlawan nasional Ibu Fatmawati Bengkulu ini, meski dilaksanakan secara sederhana, namun bernuansa sakral dengan melakukan kenduri sekaligus doa agar Pancasila bisa lebih besar dalam mengawal bangsa Indonesia ini.

Topher/RBO:Kenduri Harlah Pancasila 1 Juni di Rumah Fatmawati Soekarno

“Kita ingin memaknai hari lahirnya Pancasila ini, Bengkulu sebagai pusat kajian Pancasila yang satu-satunya di Indonesia di UNIB dan kita akan mulai komunikasikan. Bahkan jika perlu di UNIB kita dukung ada program Doktor Pasca Sarjana khusus hukum Pancasila,” katanya.

Di bagian lain Kanedi juga berharap, dengan hadirnya YPMN ini bisa memulai langkah-langkah dalam rangka mensuport dan menyukseskan program pemerintah, lebih khusus Wonderful Bengkulu 2020 dan segala pernak pernik yang berhubungan dengan kota pusaka. “Dengan langkah ini saya yakin akan bisa mempertebal nilai-nilai semangat kebangsaan dan membangun suatu sikap optimisme dalam bidang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berawal dari Bengkulu,” tutup Bang Ken.

Sebelumnya dari Drs Azhar Marwan M.Si menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi agar apa yang menjadi kepentingan Bengkulu bisa ditanggapi secara serius oleh pemerintah pusat. “Untuk itu, kita ada empat perwakilan DPD RI, kemudian empat DPR RI, hendaknya pemerintah daerah bersama delapan orang perwakilan masyarakat Bengkulu ini bisa berkoordinasi dan mereka juga mengkomunikasikannya terhadap pemerintah pusat,” tambah Azhar Marwan. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *