Lokasi Wisata di Cagar Alam Seluma Tetap Ramai Pengunjung

Featured Seluma

RBO  >>   SELUMA   >>   Meski pihak BKSDA telah melayangkan surat edaran kepada perangkat desa dan pengelola wisata di sejumlah lokasi pantai yang masuk kawasan Cagar Alam (CA), namun di libur lebaran 1440 Hijriyah tahun ini, larangan menjadikan pusat hiburan di sejumlah lokasi kawasan CA tersebut masih belum diindahkan.

Hal ini terlihat dengan masih ramainya pengunjung. Meski tak ada hiburan, namun sejumlah pedagang dan fasilitas hiburan masih nampak bermunculan. Beberapa lokasi wisata pantai yang masih ramai dan berbatasan, bahkan terletak di garis kawasan Cagar Alam seperti pantai Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan dan Pantai Cemoro Sewu di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan.

” Setiap tahun pantai menjadi salah satu hiburan warga. Selain dekat, juga selalu ramai,” kata Tiara Veronica (17), warga Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur, kemarin.

Aktivitas warga dan pengunjung yang tak terbendung, membuat pihak BKSDA tak berdaya. Bahkan, kondisi semacam ini sudah menjadi rutinitas setiap libur lebaran.

“Hanya tahun ini tidak ada hiburan artis dan warga bisa datang secara gratis. Biasanya ada hiburannya dan ada karcis,” kata Yofi Mahendra (20), warga Desa Penago 1, kecamatan Ilir Talo.

Sementara itu, menurut tokoh masyarakat Seluma Selatan, Bambang Sutrisno (65) mengungkapkan, minimnya objek wisata di Kabupaten Seluma membuat sejumlah titik wisata di serbu masyarakat dan pengunjung dari luar daerah. Selain potensinya yang menarik, juga keindahan objek wisata pantai yang tak kalah dengan objek wisata lainnya.
“Sayangnya, sejumlah titik lokasi pantai berada di kawasan Cagar Alam,” kata Bambang Sutrisno.

Menurutnya, perlu adanya keberpihakan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk berupaya mengusulkan ke badan dunia dan kementerian kehutanan, untuk menurunkan status kawasan Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam (TWA).

“Hal ini menunjukkan belum adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperjuangkan hal itu,” kata dia.

Selain akan menjadi aset, hal tersebut tentunya akan mendongkrak PAD dari sektor wisata. (One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *