Konstalasi Politik Cawagub Bergerak Dinamis

Featured Politik

Leni Haryati John Latief Berpeluang Masuk Usulan

RBO  >>   BENGKULU  >>   Konstalasi Peta politik usulan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) bergerak dinamis. Sejumlah nama yang sebelumnya diusulkan berubah lantaran Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berharap pendampingnya merupakan tokoh Rejang.

Sebelumnya PKB, Hanura dan PKP Indonesia telah bersepakat mengusulkan Muslihan DS dari Partai Hanura. Sementara Partai NasDem yang sebelumnya diinformasi menyampaikan dua nama yakni, Dedi Ermansyah dan Rusli Yakub, telah mengubah usulannya.

Melalui sejumlah rangkaian komunikasi politik, Partai NasDem tengah menyiapkan empat nama untuk digodok bersama partai-partai pengusung Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah. Mereka adalah Rusli Yakub, Dedi Ermansyah, Edi Sunandar dan Leni Haryati John Latief.

Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu Ferry Ramli menyatakan, keputusan final mengenai siapa yang diusulkan partainya menunggu keputusan resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Menurutnya, semua usulan Partai NasDem sama-sama memiliki peluang untuk dipilih oleh DPP untuk kemudian diajukan kepada Gubernur Bengkulu.

“Sama-sama berpeluang dipilih DPP. Mudah-mudahan segera turun surat putusan DPP,” kata Ferry Ramli.

Dedi Ermansyah, Rusli Yakub, Edi Sunandar dan Leni Haryati John Latief merupakan empat kader Partai NasDem.

Dedi Ermansyah merupakan mantan Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019. Dedi Black, sapaan akrabnya, merupakan orang Melayu yang besar di Bengkulu.

Rusli Yakub merupakan Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Seluma. Berdarah Serawai, Rusli pernah mengabdi selama 30 tahun di wilayah birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Edi Sunandar merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019. Edi Kancil, sapaan akrabnya, merupakan pria dari tanah Jawa yang besar di Kepahiang.

Sementara Leni Haryati John Latief merupakan tokoh Rejang asli yang memiliki basis konstituen luas di seluruh kawasan Rejang yang meliputi Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Lebong.

Suku Rejang adalah suku terbesar di Provinsi Bengkulu. Karena pertimbangan politik identitas mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti merupakan representasi suku Rejang menggandeng Rohidin Mersyah yang merupakan representasi suku Serawai.

Sejumlah analis politik meyakini Rohidin Mersyah akan memilih Cawagub dari Rejang yang dapat mendongkrak elektabilitasnya dalam Pemilihan Gubernur 2020, namun bukan sosok yang akan menjadi kompetitornya dalam perhelatan tersebut.

Nama Leni Haryati John Latief menjadi satu-satunya tokoh Rejang alternatif yang diyakini memiliki kualitas dan kapasitas untuk membantu Gubernur Rohidin Mersyah melaksanakan roda Pemerintahan dengan baik serta mampu mengakselerasikan pembangunan ekonomi di Bengkulu.

Selain dinilai memiliki kecakapan untuk mendampingi Gubernur Rohidin Mersyah, sosok Leni Haryati John Latief juga diyakini dapat diterima, baik oleh partai pengusung Rohidin Mersyah, maupun oleh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Bidang Organisasi DPW PKB Provinsi Bengkulu, Suroto saat berdialog di salah satu stasiun televisi swasta terbesar di Bengkulu, Jumat (14/6), mengungkapkan, PKB sejak awal memang telah mengusulkan Leni Haryati John Latief sebagai salah satu kandidat Cawagub.

“Sejak awal PKB memang mengusulkan beliau (Leni Haryati John Latief, red),” kata Suroto.

Bila Partai NasDem merekomendasikan Leni Haryati John Latief sebagai Cawagub, artinya peluang kursi Wakil Gubernur dipegang oleh partai yang dibidani Surya Paloh tersebut terbuka lebar.

Pasalnya, partai lain telah merekomendasikan nama di luar suku Rejang, bertolak belakang dengan kebutuhan Gubernur Rohidin Mersyah yang memerlukan sosok atau figur Rejang untuk menunjang pembangunan yang berkeadilan di seluruh Provinsi Bengkulu. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *