NasDem Bantah Ulur Waktu Soal Cawagub Bengkulu

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO  >>   BENGKULU  >>   Ketua Bappilu DPW Partai NasDem Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali, MM mengungkapkan, partainya tidak mengulur-ngulur waktu untuk pemilihan wakil Gubernur. Menurutnya, selaku pengurus partai di daerah pihaknya telah menyerahkan nama calon wakil gubernur ke pengurus partai di pusat.

“Ya pada prinsipnya tidak diulur-ulur. Karena di partai kami, berdasarkan rapat di DPW, maka kita mengusulkan ke DPP itu tidak satu nama. Tetapi turun dari DPP itu tunggal 1 nama saja lagi,” ungkap Tantawi, Minggu (23/6).

Dari nama-nama yang diusulkan ke DPP, diterangkan Tantawi, nama mantan Ketua DPW NasDem Bengkulu, Dedy Ermansyah yang dinilai paling layak untuk diusulkan jadi Calon Wakil Gubernur Bengkulu.

“Kan ada Dedy Ermansyah selaku mantan ketua DPW. Jadi, kita memberikan kesempatan pada beliau untuk berkiprah di eksekutif. Karena dia jugakan mau mengakhiri masa jabatan di DPRD. Kemudian, beliau kita nilai sudah berpengalaman untuk menduduki posisi itu,” terang Tantawi.

Di samping itu, sambung Tantawi, juga ada nama lain yang potensial diusulkan jadi Wakil Gubernur Bengkulu. Diantaranya nama Erna Sari Dewi, dan Michel Putra Ferli (Anak Bupati Bengkulu Tengah, Ferry Ramli).

“Kader NasDem banyak. Tapi kita lebih cenderung agar memposisikan Dedy Ermansyah jadi wakil gubernur. Dia sudah pernah membesarkan partai dan peluang beliau sangat terbuka lebar. Karena kawan-kawan di DPRD inipun tentunya akan memberikan penghargaan kepada beliau. Paling tidak kami sudah kenal kinerja dan pergaulannya, tidak perlu berkenalan lagi,” kata Tantawi.

Tantawi menambahkan, apabila Agustus nanti tidak terealisasi pemilihan wakil gubernurm maka Gubernur Bengkulu, DR. H. Rohidin Mersyah akan memimpin Pemerintah Provinsi Bengkulu tanpa wakil gubernur.

“Selambat-lambatnya delapan belas bulan menjelang masa jabatan berakhir sudah harus terpilih. Jika tidak terpilih, artinya kita tidak punya Wagub. Kita di internal partai maupun di internal DPRD, tentunya menginginkan adanya Wagub,” tuturnya.

Kemudian, Tantawi mengungkapkan, tidak ada keharusan Parpol pengusung mengusulkan nama calon wakil gubernur dari kader partai masing-masing.

“Kan tidak ada keharusan harus kader partai. Kalau misalnya Hanura mengusulkan nama calon di luar kader Hanura dan NasDem juga demikian, ya itu sah-sah saja dilakukan. Tapi memang diutamakan kader partai,” tutup Tantawi. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *