Pelindo Datangkan Kapal dari Dubai untuk Keruk Pulau Baai

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

Keruk Alur Pulau Baai Yang Tiada Henti

RBO  >>>  BENGKULU  >>>   PT Pelindo II Bengkulu pada Juli 2019 ini akan mendatangkan Kapal Keruk TSHD HAM 311 dari Dubai. Hal ini dilakukan mengingat alur di Pelabuhan Pulau Baai saat ini hanya sedalam 6,2 MLWS. Sehingga membuat kapal besar yang membawa kargo sebanyak 30 ribu ton kesulitan untuk bersandar di pelabuhan terbesar di Kota Bengkulu ini.

GM PT Pelindo II Bengkulu, Nurkholis Lukman melalui Deputi GM Operasi dan Teknik, Edi Junaedi mengatakan, jika tidak ada kendala yang berarti, kapal keruk dari Dubai akan melakukan pengerukan di alur Pelabuhan Pulau Baai. Meski begitu, pihaknya masih menunggu turunnya dokumen izin pengelolaan kapal (IPKA) dari Kementerian Perhubungan.

“Saat ini, kita masih menunggu dokumen IPKA. Kalau sudah dikeluarkan, maka kapal keruk dari Dubai akan datang ke Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu,” terangnya ke Harian RADAR BENGKULU kemarin.

Estimasi kedatangan kapal keruk tersebut diperkirakan sekitar 2 minggu sejak keberangkatannya. Dimana nantinya, kapal keruk tersebut akan melakukan pengerukan alur lebih kurang selama 1 bulan dengan target mencapai 500-600 ribu m3.

“Kita melakukan pengerukan alur untuk menjamin kedalaman alur supaya bisa melayani kapal-kapal berukuran besar,” tutur Edi.

Ia mengaku, agar kapal berukuran besar bisa melewati alur di Pelabuhan Pulau Baai, dibutuhkan minimal kedalaman 9 MLWS. Sementara kedalaman alur saat ini hanya sekitar 6,5 MLWS, sehingga membuat beberapa kapal besar sulit bersandar di Pelabuhan Pulau Baai.

“Maunya segera mungkin dilakukan pengerukan. Kalau tidak, maka kapal besar sulit untuk berlabuh,” imbuh Edi.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Bengkulu, Indriya Karyadi mengatakan, alur di Pelabuhan Pulau Baai harus segera dikeruk. Karena, kalau hal ini dibiarkan terlalu lama, maka akan menghambat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai.

“Jelas menghambat aktivitas bongkar muat. Apalagi beberapa barang kebutuhan pokok juga banyak yang melalui pelabuhan ini,” ujar Indriya.

Tidak hanya itu, Ia mengaku, jika pengerukan alur tidak segera dilakukan, maka akan menghambat berbagai aktivitas kegiatan yang bernilai ekonomi. Hal tersebut akan membuat perekonomian di daerah menjadi lambat bergerak.
“Kita maunya kegiatan ekonomi di Bengkulu lancar. Jangan sampai pendangkalan alur menghambat aktivitas ekonomi disana,” tutupnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *