Mantan Gubernur Agusrin Didorong Maju dalam Pilgub Lagi

Featured Politik

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   Dalam Pilkada Gubernur (Pilgub) Bengkulu tahun 2020 nanti, Agusrin M Najamudin bakal bertarung. Menurut Jaya Marta, S.Sos, MM, orang dekat mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin, dia sangat mendorong agar Agusrin maju kembali memimpin Provinsi Bengkulu kedepan. Pasangannya nanti dicari dari Rejang.

“Tahapan sudah digaungkan. Prosesnya mulai September tahun 2019 ini. Dan sudah ada beberapa kandidat yang dimunculkan untuk maju dalam perebutan kursi BD 1 tersebut. Namun  sesuai dengan komitmen, saya terus mendorong Agusrin agar beliau maju kembali dalam Pilgub Bengkulu mendatang. Meskipun sebagian orang masih meragukan status hukumnya, saya pastikan tetap mendorong dia agar maju dalam Pilgub. Dan ketika ditanyakan pada Agusrin sendiri agar maju Pilgub, dia selalu menjawab bahwa dia itu mantan napi. Tetapi dalam hal ini, saya tidak putus arang. Walaupun demikian, saya terus menyakinkan beliau (Agusrin) agar maju Pilgub,” ungkap Jaya Marta saat ditemui, Rabu (10/7).

Alasan apa Dia sangat mengharapkan Agusrin maju Pilgub? Jaya Marta menegaskan, sebab Agusrin masih punya banyak utang. Utang kepada masyarakat Bengkulu khususnya, masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan oleh beliau saat menjadi Gubernur Bengkulu dulu.

“Jadi Agusrin harus menyelesaikan janjinya tersebut. Seperti pembangunan rel kereta api, lalu jalan tol, view tower, mess pemda. Banyak pembangunannya yang belum selesai. Kalau dulu banyak yang mengatakan Bengkulu bangun jalan tol itu hanya mimpi, kemudian bangun rel kereta api hanya mimpi. Itu dulu yang orang katakan. Tapi sekarang mimpi tersebut akan bisa diwujudkan, jika Agusrin kembali diberi kesempatan untuk memimpin Bengkulu ini,” tegasnya.

Agusrin yang saat ini sudah menjadi salah satu tokoh nasional, lanjut Jaya Marta, tentu lewat jaringan yang dimilikinya akan mempunyai akses lebih mudah untuk memajukan Provinsi Bengkulu. “Dia belum pernah mengatakan akan maju Pilgub. Tapi saya akan menjadi orang yang pertama terus mendorong agar beliau maju. Dan saya sangat yakin tiba saatnya nanti Agusrin kembali bertarung maju dalam Pilgub Bengkulu. Kalau terkait status hukum beliau, silakan dikaji sendiri. Dimana berdasarkan sejarah, saat memimpin Bengkulu periode keduanya dulu, Agusrin belum sampai setengah periode, sehingga menurut kami beliau masih bisa maju dalam Pilgub nanti,” katanya.

Adapun untuk saat ini, dari berbagai elemen lapisan masyarakat Bengkulu, kata Jaya Marta masih banyak yang mengharapkan Agusrin kembali memimpin Bengkulu. Sebab belum ada Gubernur Bengkulu saat ini yang pernah begitu dekat dengan rakyat seperti Agusrin. Selain melaksanakan program pembangunan dengan skala nasional seperti Multi Years, saat masih menjadi Gubernur Bengkulu dulu, Agusrin tetap memikirkan nasib para petani, dimana dia menggelontorkan ratusan hand tracktor untuk para petani di Bengkulu.

“Jadi saya rasa, sangat wajar jika beliau kita beri kesempatan kembali memimpin Bengkulu untuk melunasi utang janji pembangunan yang ia canangkan dulu,” kata Jaya Marta.

Selain itu, untuk pasangan sendiri, saat ini memang belum begitu mengarah. Namun saat memimpin Bengkulu dulu, Agusrin tidak membeda-bedakan suku ras dan golongan. Ia sosok yang merangkul semua orang. Mulai dari Rejang, Serawai, Batak, Jawa, Minang, dia rangkul semua.

“Tapi untuk maju Pilgub nanti, untuk pasangannya, saya berharap tokoh dari Rejang. Sebab ada banyak tokoh Rejang seperti Bupati Lebong dua periode Rosjonsyah. Kemudian senator anggota DPD RI Hj. Riri Damayanti, lalu mantan Bupati Kepahiang dua periode H. Bando Amin C Kader yang bisa menjadi pendampingnya nanti. Tapi saat ini, apakah Agusrin akan maju lewat jalur independen atau perahu partai politik. Beliau (Agusrin-red) ingin melihat dulu, sejauh mana animo masyarakat memberikan dukungan kepadanya. Jika memang animo masyarakat tinggi, maka tidak menutup kemungkinan dia maju lewat jalur independen. Atau bisa juga lewat jalur partai politik.

Sementara untuk Sultan sendiri, meskipun saat Pilgub tahun 2015 lalu merupakan Cagub, dan Sultan merupakan peraih suara terbanyak dalam Pilleg tahun 2019 ini, namun dalam Pilgub kali ini Sultan tidak akan maju. Dia lebih fokus menjadi sebagai senator dari Provinsi Bengkulu di lembaga DPD RI,” pungkas Jaya Marta.

Sementara itu, dari isu yang berkembang di masyarakat saat ini, kendati Pilkada serentak baru akan dimulai tahapannya pada September nanti. Namun beberapa nama cagub sudah bermunculan. Mulai dari nama incumbent Dr H. Rohidin Mersyah, mantan Gubernur H. Junaidi Hamsyah, Ir Patrice Rio Capella, hingga Bupati Musi Banyu Asin Dody Reza Alex Noerdin. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *