Kepsek SDN 62 : Murid Sudah Terbiasa Dengan Kasus Seperti Ini

Ekonomi & Bisnis Featured Kota Bengkulu Pendidikan Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Kasus sengketa lahan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 62 kembali mencuat kepermukaan. Setelah beberapa hari yang lalu sempat disegel oleh ahli waris, memasuki tahun ajaran 2019-2020, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 62 berjalan dengan lancar.

Kepala SDN 62 Kota Bengkulu, Tutik Sunarsih, S.Pd mengatakan, murid sudah terbiasa dengan kasus seperti ini. “Jadi, para murid sudah tidak kaget lagi. Intinya, proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa,” ujar Tutik pada radarbengkuluonline.com, Selasa (16/7).

Diungkapnya, ada kemungkinan anak baru yang terdampak secara psikologis akibat penyegelan tersebut. Namun, pihak sekolah terus memberikan dukungan pada para murid supaya agar tidak terganggu psikologisnya. “Murid terus kami kasih support agar jangan dipikirkan hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (15/), tampak personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota berjaga di SDN 62 Kota Bengkulu. Beberapa aparat kepolisian juga hadir mengamankan sekolah yang berada di Jalan Merawan Sawah Lebar tersebut dan kemarin, kondisi di sekolah sudah mulai aman dan kondusif seperti biasa.

Sementara itu, pihak Dikbud Kota dan Satpol PP Kota Bengkulu, masih melakukan perundingan dengan ahli waris. Dimana pihak Dikbud meminta agar seng yang menutupi pagar sekolah untuk dibuka.

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menyampaikan, harga yang diminta oleh Ahli Waris, Rp 3,4 miliar sebenarnya terlalu besar. Karena itu, pemkot tengah menghitung kebutuhan anggaran apabila membeli lahan baru.”Karena secara kasar, kami menghitung nilai jual di zona sana lebih rendah dibanding permintaan ahli waris,” ucapnya.

Terkait rencana pemindahan SDN 62, Medy menuturkan, nantinya para murid akan digabungkan sementara dengan sekolah terdekat. “Kalau ini kemungkinan paling terburuk, apabila ahli waris tidak mengizinkan para siswa untuk belajar di sana,” ungkapnya. Diketahui, saat ini Pemkot Bengkulu sedang mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. (Ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *