Matangkan Usia Anak Sebelum Masuk Jenjang SD

Featured Kota Bengkulu Pendidikan Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Umur produktif murid memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) usia 6-7 tahun. Kendati demikian, banyak masyarakat yang memaksakan anaknya tetap melanjutkan ke SD walaupun usianya masih 5 tahun lebih.

Kepala TK Tunas Harapan, Efifa Julianti, M.Pd memberikan tanggapan, seharusnya matangkan dulu umur murid sebelum memasuki jenjang SD. “Jangan sia-siakan waktu anak untuk bermain sambil belajar di TK. Kalau anak itu belum memasuki masa matangnya di usia 6 – 7 tahun, banyak hal yang ia lewati nantinya,” ujar Efifa pada radarbengkuluonline.com, Selasa (16/7).

Dijelaskannya, anak yang sudah pernah mengenyam pendidikan di TK atau PAUD, saat memasuki jenjang SD, anak itu sudah siap mental. “Kalau misalnya, umur lima tahun sudah masuk SD, apa anak itu siap menerima pelajaran di SD ? Pastinya akan berbeda metode pembelajaran di TK dan SD. Untuk itu, jangan paksakan usia anak jika belum mencukupi mengenyam bangku SD, daripada nanti hanya tinggal kelas,” jelasnya.

Diungkapnya, ada salah seorang orangtua murid yang memaksakan anaknya baru berusia 5 tahun lebih untuk bersekolah di SD. “Kami sudah mengimbau dan memberi saran pada orangtuanya, kenapa cepat sekali menyekolahkan di SD. Padahal usianya masih masa bermain dan belajar mengenal lingkungan, teman sepermainan dan lain-lain. Kalau di SD nanti, apa siap anak itu sudah siap mentalnya menangkap pelajaran SD. Pastinya, tidak ditemukan metode pembelajaran belajar sambil bermain seperti di TK. Tapi mau diapakan lagi, semuanya keputusan dari orangtua yang mendidik dan membesarkannya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap jangan paksakan anak yang belum usia matang melanjutkan ke jenjang SD. “Takutnya, mental anak itu akan jatuh. Berbeda dengan anak yang sudah matang dalam umur, tampak dari kemandiriannya, bergaul dan cepat menangkap apa yang diajarkan dewan guru. Sebab, masa bermain sudah dilewati, itulah yang dinamakan proses tumbuh kembang anak,” tutupnya. (Ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *