Petugas BKSDA Selamatkan Beruang Madu

Desa Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Pertanian

RBO, SELUMA – Petugas BKSDA Senin (15/7) berhasil menyelamatkan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) yang terjerat tali nylon di perkebunan sawit warga di wilayah Kelurahan Puguk Kecamatan Seluma Utara.

Upaya penyelamatan dilakukan petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai KSDA Bengkulu, setelah mendapat laporan masyarakat. Saat terjerat, satwa beruang masih dalam kondisi hidup.

Selanjutnya Kepala SKW II menginformasikan kejadian tersebut ke BKSDA Bengkulu dan sekaligus menurunkan tim rescue satwa yang terdiri dari petugas fungsional Polhut dan PEH dari kantor SKW II, Resort Sukaraja dan Resort Ngalam Talo yang berjumlah 5 (lima) orang.

“Saat ditemukan, satwa beruang madu yang diperkirakan berumur 8 bulan dalam kondisi lemas karena mengalami dehidrasi dan pembengkakan pada kaki depan bagian kanan karena jerat,” kata Darwis Saragih.

Proses evakuasi satwa beruang madu berjalan dengan lancar tanpa kendala, dilakukan mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB. Setelah berhasil dilepaskan, selanjutnya satwa tersebut direlokasi ke kantor Balai KSDA Bengkulu untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan satwa di Kantor Balai KSDA Bengkulu yang dilakukan oleh Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Bengkulu yang terdiri dari doker hewan dengan dibantu oleh petugas fungsional PEH dan Polhut.

“Kondisinya saat ini berangsur-angsur membaik,” sampainya.

Bila nantinya telah dinyatakan sembuh, beruang madu akan segera dilepasliarkan dihabitatnya. “Sementara ini masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena dikhawatirkan mengalami patah tulang,” sampainya.

Darwis mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasang jerat babi sembarangan, terlebih didekat dengan kawasan Taman Buru Semidang Bukit Kabu yang merupakan home range atau wilayah jelajah satwa liar yang dilindungi. “Untuk saat ini perburuan liar di Seluma belum kita temukan. Kita meningkatkan frekwensi patroli di lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat serta kegiatan intelijen,” ujar Darwis Saragih. (0ne)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *