Alat Berat “Pelat Merah” Terbenam di Lahan Sawit Bergambut

Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Satu unit alat berat jenis excavator merk Hitachi berwarna orange terbenam di lumpur lahan gambut yang berada di perkebunan sawit yang beralamat di Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko. Diduga alat berat ini sudah terbenam sejak Sabtu (20/7) lalu dan hingga Minggu pagi (21/7) alat tersebut belum dievakuasi.

Nyaris semua badan alat berat tersebut tenggelam dalam lumpur. Di salah satu sisi bagian alat berat yang masih muncul di permukaan tanah, terdapat cap atau merk yang menunjukan bahwa alat berat tersebut milik Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Belum diketahui pasti, dalam rangka tugas apa alat berat milik pemerintah itu sehingga terbenam dilahan perkebunan sawit, yang berjarak sekitar 100 meter dari sisi jalan Sultan Hidayatullah, tepatnya disekitar areal antara Rumah Dinas Wakil Bupati dan komplek PLTD PLN Mukomuko.

Dipantau dilokasi terbenamnya alat berat tersebut, tampaknya, sebelum terbenam, excavator “pelat merah” itu sedang digunakan membuat drainase atau siring dilahan sawit tersebut. Pasalnya di lokasi terdapat drainase baru sepanjang lebih kurang 20 meter dan lebar sekitar 1 meter. Hanya saja belum diketahui apakah sering tersebut merupakan kegiatan pemerintah atau pribadi.

Setelah ditelusuri secara teliti di sekitaran drainase tersebut tidak ditemukan papan merk kegiatan pembangunan pemerintah sebagaimana biasanya. Kuat dugaan pekerjaan drainase ini milik pribadi.

Plt Kadis PUPR, Ruri Irawan, ST., MT mengakui jika alat berat yang terbenam itu milik Pemkab Mukomuko yang dikelola oleh dinasnya. Katanya, alat tersebut sedang dikontrak oleh salah seorang masyarakat dan baru kerja sehari.

“Kalau saya dapat konfirmasi dari pihak Workshop memang alat berat PU sedang dikontrak masyarakat, kerja dilahan milik pribadi. Bukan kegiatan pemerintah. Baru kerja sehari Sabtu kemarin, mungkin Exca-nya terpeleset. Makanya hari ini (kemarin,red) kita sedang berusaha mengevakuasi,” singkat Ruri. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *