Harga Cabai dan Daging Ayam Masih Melambung

Ekonomi & Bisnis Featured

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   Pada pertengahan bulan Juli ini harga komoditas pertanian seperti cabai serta daging ayam potong masih melambung cukup tinggi. Hal ini seperti terjadi di Pasar Panorama dan Pasar Minggu Kota Bengkulu. “Harga Cabai Merah, kami jual sekarang Rp 20 seperempat Kg. Artinya, untuk satu Kg cabai merah kami jual Rp 80 ribu saat ini,” ungkap Idris (43), salah seorang penjual cabai di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Minggu (21/7).

Dijelaskan oleh Idris, untuk harga cabai merah ini cukup bertahan diangka Rp 80 ribu per Kg sejak hampir dua minggu terakhir. “Bahkan minggu lalu pernah ketika cabai masuk gudang itu sedikit, kami terpaksa menjualnya dengan harga Rp 100 ribu per Kg. Namun meskipun harga cabai ini masih cukup tinggi, mayoritas cabai kami tetap habis dibeli oleh masyarakat,” terang Idris.

Adapun dari salah seorang penjual cabai rawit yang bernama Aan (38), dia menambahkan, harga cabai rawit juga tinggi saat ini.”Kalau cabai rawit yang masih bertangkai kami jual Rp 90 ribu per Kg nya. Kalau yang sudah dipetik kami jual Rp 100 ribu per Kg,” tambah Aan.

Dilain pihak, selain harga cabai merah dan cabai rawit yang melambung. Harga jual daging ayam potong juga belum turun seperti biasanya yang hanya Rp 32 sampai Rp 34 ribu saat normal.

“Kalau daging ayam potong, kami jual Rp 38 sampai Rp 40 ribu per Kgnya saat ini,” kata Levi (48), salah seorang Ibu-ibu penjual daging ayam potong dikawasan KZ Abidin Pasar Minggu.

Adapun dari salah seorang ibu-ibu warga Kelurahan Sawah Lebar saat berbelanja, Imarwati mengatakan, dengan masih melambungnya harga cabai, maka untuk sementara ini guna memasak sayur dirumahnya dia hanya mampu membeli cabai secukupnya.

“Biasanya saya itu beli minimal setengah Kg cabai Merah untuk masak dan stok dirumah selama satu minggu. Tapi karena saat ini cabai masih mahal, terpaksa saya hanya membeli sedikit. Paling hanya seperempat Kg. Biasanya sebelum harga cabai melambung tinggi, Rp 20 ribu kita bisa dapat setengah Kg. Bahkan dulu pernah Rp 20 ribu cabainya dapat satu Kg,” kata Imarwati. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *