Dikbud Kota Gelar Lomba, Mufakat Raja Penghulu & Marhaban Buai Anak Diusulkan jadi Warisan Budaya Tak Benda

Kota Bengkulu Pendidikan

RBO, BENGKULU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu menggelar lomba Mufakat Raja Penghulu dan Marhaban membuai Anak untuk melestarikan tradisi dan budaya Kota Bengkulu. Dua lomba tersebut diusulkan ke pemerintah pusat untuk menjadi warisan budaya tak benda milik Kota Bengkulu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kota Bengkulu, Martina Nengsih, M.Pd ditemui diruang kerjanya mengatakan, Dikbud sudah melakukan pertemuan dan rapat terkait untuk memfinalkan persiapan lomba. Peserta lomba nantinya adalah mereka yang bergelut dan menjalankan tradisi budaya masing-masing dari perwakilan kecamatan dalam Kota Bengkulu.

“Kita harapkan dengan lomba ini dapat membangkitkan dan bersemangat kembali para pelaku adat, pecinta budaya umumnya agar nanti kita punya kekayaan budaya yang sangat baik dan dijunjung tinggi serta perlunya dipertahankan. Jangan sampai nili-nilai tradisi kita ini terkikis. Sebagai contoh saja, kita di Kota Bengkulu ini memiliki budaya musyawarah, baik itu dalam hajat baik, misalkan menikahkan anak atau saat mengatasi masalah,konflik dalam masyarakat itu dengan tradisi di musyawarahkan dalam mufakat raja penghulu. Untuk lomba yang kami angkat sekarang adalah bagaimana para penghulu ini menyelesaikan musyawarah untuk melangsungkan pernikahan anak. Demikian juga dengan marhaban membuai anak. Ini sebuah tradisi yang harus kita jaga lestarikan dan kembangkan. Tradisi ini sangat baik. Ini dilakukan agar kita tahu seperti apa beri bekal pada anak baru lahir. Kemudian, agar kita tahu bahwa kita punya tradisi tutur lisan dalam bentuk lantunan syair, nasihat dan harapan orang tua untuk anak yang baru lahir,” jelasnya.

Martina menuturkan, lomba ini akan dilaksanakan pada 5 dan 6 Agustus 2019 di halaman kantor Dikbud dan hotel dalam kota Bengkulu.

“Output kegiatan ini adalah kami usulkan dua tradisi ini sebagai warisan budaya tak benda milik kota Bengkulu melalui video dan naskah tulis yang kami dapat dari lomba nantinya. Mudah-mudahan penetapan warisan budaya tak benda ini dapat terwujud bagi kita semua,” ujarnya. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *