Pemprov Bengkulu Mediasi Konflik Lahan SDN 62

Featured Kota Bengkulu Pemda Provinsi

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   Konflik lahan SDN 62 Kota Bengkulu direncanakan akan dilakukan mediasi bersama jajaran Pemda Provinsi Bengkulu. Dimana beberapa waktu lalu pihak ahli waris tanah Atiyah  ini menyegal dengan statmen pihak Pemda Kota Bengkulu. Hingga perihal ini akhirnya berbuntut melaporkan di Polres Bengkulu.

      Saat dikonfirmasi Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah membenarkan jika dirinya sudah menginstruksikan dengan Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu untuk mengundang jajaran Pemda Kota, ahli waris, bahkan orang tua siswa untuk membahas persoalan tersebut.    Menurutnya permasalahan ini segera diselesaikan. Terlebih lagi Pemda Kota Bengkulu sudah mendapatkan predikat sebagi Kota Layak Anak.

      “Segera bermusyawarah lagi ahli waris dengan Pemda Kota. Kedepankan hak hak anak kita. Keputusan yang diambil harus dipatuhi bersama. Kalaupun harus ada keputusan hukum sebagai dasar untuk mengambil kebijakan. Saya rasa kira lebih baik anak- anak tetap diberikan kesempatan ditempat semula sembari menunggu hasil penyelesaian ini,” ujar Gubernur Bengkulu.

      Menurut Gubernur, kedua pihak harus menjalin komunikasi dengan baik. Harus berkomitmen demi kepentingan hak siswa yang memerlukan pendidikan sekolah. “Jika masing masing tetap bertahan dengan argumen hukum, apalagi karena kebuntuan komunikasi, sangat disayangkan. Karena, anak- anak yang menanggung akibatnya menjadi korban,” tambahnya.

      Sementara itu, Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo S.Ik mengutarakan, permasalahan ini masih diranah pidata. Pihaknya belum dapat memastikan adanya tindakan pidana. “Ini masih kita kaji. Karena masih dalam ranah pidata. Kita belum dapat menyimpulkan adanya tindakan pidana. Kita akan berkoordinasi dengan Pengadilan. Intinya, jangan sampai permasalahan itu ada konflik merugikan kita semua. Harus ada mediasi. Baik dari Pemda Kota dan ahli waris ini anak anak kita jangan terlantar ini harus kita perhatikan,” pungkasnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *