Dua Wanita Mukomuko Cium Hajjar Aswad

Featured Nasional Pemda Provinsi Peristiwa

RBO  >>>   MEKKAH   >>>>   Salah satu kebiasaan buruk adalah merokok di tempat umum. Hal ini juga terjadi di Mekkah. Banyak jemaah mengeluh karena asap rokok. Keluhan ini terjadi di ruang ber AC lantai lobi hotel penginapan Jemaah Calon Haji (JCH) Bengkulu. Pantauan RBI para perokok tampak menikmati asap beracun dari rokoknya tanpa peduli dengan orang yang alergi dengan asap rokok di sekitarnya. Akibat asap rokok ini membuat suasana Kota Mekkah yang suhunya 42 C terasa makin panas.

Menyikapi asap rokok ini dokter kloter 12, dr. Ester sampai mengeluarkan ederan melalui media group WA yang isinya sebagai berikut: ‘’Benar atau tidak, setidaknya kemarin siang waktu ada sirine asap, ibu Sundarwati ngeluh jantungnya kembali berdetak kencang. Jantungnya sakit karena terkejut. Dini hari tadi ibu Sundarwati kembali dirawat di RS Arab Saudi. Bapak-bapak yang sangat saya hormati, saya dan petugas lain tidak pernah melarang untuk merokok, tapi merokoklah di luar. Jangan di dalam hotel. Kalau anda bisa telan sendiri asapnya, silakan merokok di dalam hotel. Tapi kalau karena asap yang anda keluarkan malah merugikan orang lain, tolonglah berubah. Silakan merokok di luar gedung. Kalau ada yang merasa terganggu dengan permohonan saya, silakan temui saya. Atau saya yang bertindak menemui bapak sekalian yang ketahuan merokok di kamar. Seperti itu yang dituliskan dr Ester,’’ ujar General Manager yang juga Pimred RADAR BENGKULU, Syah Bandar dari Mekkah kemarin.

Menyikapi masalah rokok ini, sambungnya, Ketua Regu 17, Hendri Zaidan mengingatkan kepada jemaah untuk tidak merokok lagi di hotel. Dampaknya banyak. Pertama, mengganggu orang yang tidak merokok. Dan selanjutnya kalau alarm sering berbunyi, nanti JCH tidak lagi peka. Akibatnya, jika terjadi sesuatu, lalu alarm berbunyi, maka jemaah kira gara-gara asap rokok lalu mereka tidak siap dengan musibah atau kejadian.

“Untunglah di regu kami tidak ada yang merokok. Tapi semua alergi dengan asap rokok. Sekarang ini saja jemaah sudah banyak yang batuk filek. Apalagi kalau ditambah asap rokok, maka bisa bahaya,” kata pegawai Kantor Pajak ini.

Selain itu, Hendri mengajak semua jemaah tidak merokok di tempat umum. Apalagi di hotel. Mari kita sama-sama jaga kesehatan dan keselamatan.

Mencium Hajjar Aswad

Mencium Hajjar Aswad impian setiap jemaah haji. Namun padatnya jemaah yang tawaf membuat sangat sulit untuk mendekati Kakbah. Sulit bukan berarti tidak bisa. Buktinya, 2 orang ibu- ibu asal Mukomuko berhasil mencium Hajjar Aswad. Demikian kata pembimbing ibadah haji yang juga Ketua MUI Mukomuko, H.Makruf Syaikun kemarin.
Selain itu, ia juga mengajak kembali kapada semua jemaah untuk memanfaatkan sisa waktu di Mekkah dipergunakan untuk beribadah. Baik itu Salat di Masjidil Haram, zikir maupun membaca Alquran.

Sedangkan Tim Pembimbing Ibadah Haji, H.Matridi, S.Ag, M.Ap mengingatkan agar jemaah tidak bawa batu sisa lemparan Jumarat ke Bengkulu. Sebab itu bisa disalahgunakan untuk azimat. Jadi, jangan melakukan yang mendekati sirik. Selain itu, JCH juga dilarang mencoret-coret tenda. Apalagi merusaknya. Jemaah juga diminta agar tidak membawa real pulang ke tanah air. Sedekahkan saja sisa real. Selanjutnya, jika ada jemaah yang ragu dengan kualitas ibadahnya, mungkin ada yang tidak sempurna, bisa melalui bersedekah. Misalnya ragu apa putaran tawafnya kurang, Sya’inya kurang bisa ditutupi dengan sedekah.(AE-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *