Bahan Pangan dan Perlengkapan Sekolah Dorong Kenaikan Inflasi

Ekonomi & Bisnis Featured Peristiwa

RBO  >>>  BENGKULU  >>>   Dalam ekspos Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu kemarin, Kamis (1/8) diketahui kenaikan harga pangan mayoritas mendorong kenaikan inflasi. Seperti cabai merah dan daging sapi segar. Selain itu, dibulan Juni lalu tahun ajaran baru pendidikan juga mendorong inflasi. Seperti kenaikan harga perlengkapan alat pendidikan.

Disampaikan Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani MA, adanya kenaikan inflasi akibat harga pangan cabai dan daging sapi segar serta memasuki tahun ajaran baru ternyata inflasi juga dipicu karena kenaikan harga perlengkapan sekolah. “Kenaikan harga cabai merah ternyata masih mendorong inflasi. Selain itu bahkan harga perlengkapan pendidikan anak- anak juga mendorong inflasi. Biasanya jengkol menyumbang inflasi, namun saat ini masuk deflasi,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau agar pada bulan Desember mendatang tetap memantau kenaikan inflasi. Selain menghadapi perayaan hari Natal, juga akhir bulan tahun 2019 nantinya prediksi kebutuhan akan meningkat. “Perlu adanya pemantauan. Karena diakhir tahun biasanya ada kenaikan inflasi. Selain menghadapi perayaan Natal, juga akhir tahun. Kebutuhan masyarakat juga adanya peningkatan di bulan biasa,” tambahnya.

Ditahun ini inflasi di Provinsi Bengkulu sebesar 0,56 persen. Untuk komoditas ekspor didominasi dengan Batu Bara sebesar pada bulan Mei 11,19. Sedangkan bulan Juni 5,88 persen. Kemudian Karet 5,31 persen pada bulan Mei, kemudian 3,91 persen. Memasuki perayaan kurban, harga daging segar dapat kembali menyumbang inflasi hingga akhir tahun.

“Untuk kenaikan harga kurban ini karena adanya gejolak dibanding sebelumnya. Karena Juni menjadi salah satu inflasi, kalau ini turun tidak terjadi, namun kalau harga diatas, maka dapat menjadi inflasi. Namun, tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

Terjadi kenaikan jumlah penumpang statistik transportasi pada bulan Mei lalu. Daerah Kabupaten Mukomuko sebanyak 55 orang penumpang penerbangan, sedangkan pada bulan Juni 105 orang penumpang atau naik menjadi 90,1 persen. Sedangkan jumlah kenaikan penumpang Bandara Enggano dari bulan Mei sebanyak 75 orang penumpang, sedangkan pada bulan Juni 124 orang atau naik sebesar 65,33 persen. Sayangnya, dalam rilis itu tidak ada kenaikan angka terhadap penerbangan yang ada.

“Hanya saja untuk kenaikan jumlah penerbangan tidak ada terjadi,” lanjutnya.

Dyah menambahkan, ditahun ini TPID Provinsi Bengkulu menerima penghargaan pengendalian inflasi terbaik se Sumatera. Menurutnya, penghargaan bukan merupakan prestasi yang utama. Namun pengendalian harga merupakan hal yang penting.

“Kenaikan kemiskinan ini terjadi karena faktor dampak terhadap inflasi yang ada,” pungkasnya.(Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *