Kebakaran Lahan Meluas, 1,5 Hektar Hangus

Desa Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Sudah sebulan terakhir Kabupaten Mukomuko dilanda musim panas. Lahan-lahan perkebunan didaerah ini menjadi kering dan mudah terbakar. Akibatnya, sebidang lahan milik Nazarudin (45) warga Desa Pondok Tengah Kecamatan V Koto kemarin siang (14/8) terbakar.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua lapisan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Diduga kuat, kebakaran yang terjadi dilahan masyarakat Pondok Tengah ini ada unsur kesengajaan, dimana kebiasaan masyarakat setempat, membersihkan lahan dengan cara dibakar. Diungkapkan Misran, warga Pondok Tengah, api sempat membesar dan terus meluas beruntung api dapat dipadamkan dan kebakaran besar bisa dihindari.

“Tadi memang ada kebakaran dilahan warga, tapi tidak terlampau besar, Alhamdulillah walau api sempat menyebar namun bisa dipadamkan,” sampainya.

Peristiwa kebakaran lahan perkebunan ini dibenarkan Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat, S,IK melalui Kapolsek V Koto IPTU M. Tri Qadlaya, SH. Saat dikonfirmasi, Dia belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. “Tim dari Polsek V Koto, TNI dan anggota Sipef serta Pemerintah desa setempat sudah meninjau lokasi dan memastikan tidak ada lagi sumber api,” ujarnya.

Menurutnya, dari pengakuan pemilik lahan, lahan yang terbakar tersebut memang sengaja dibakar oleh pemilik. Dari luas lahan yang terbakar sekitar 1,5 hektar, sebagian besar merupakan lahan yang baru dibuka atau ditebang. “Pemilik ini tidak tahu ada larangan membakar lahan, niatnya membersihkan lahan yang baru digarap. Alhasil itu, api meluas dan nyaris menyebar ke perkebunan sawit yang sudah jadi,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran kendati hanya untuk membersihkan lahan. Karena hal tersebut dapat membahayakan dan merugikan masyarakat yang lain. “Kita minta kepada masyarakat jangan membersihkan lahan dengan cara membakar, itu bisa merugikan dan membahayakan. Apalagi saat ini sedang musim panas” singkatnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *