Teriakan Pendemo dan Musik Hiburan Dewan Bersautan

Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal KORUPSI Mukomuko Politik Sosial & Budaya

Gagal Temui Bupati,Bakal Demo Lagi

RBO, MUKOMUKO – Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko periode 2019-2024 diwarnai aksi demo belasan pemuda dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah ini. Selasa (20/8), pendemo menggelar aksi diluar pagar gedung DPRD Mukomuko tempat dilantiknya anggota dewan dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian.

Ada hal unik yang terjadi pada peristiwa ini. Pada saat pendemo meneriakan tuntutannya menggunakan pengeras suara, disisi lain anggota dewan yang baru dilantik tetap melanjutkan hiburan organ tunggal.
Selain itu, sempat terjadi kejar-kejaran antar pendemo dengan pihak keamanan. Pasalnya pendemo sempat hendak menghadang Mobil Dinas (Mobnas) Bupati. Untunglah pihak keamanan bisa mengendalikan suasana dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat terhindarkan.

Kendati sudah mengejar Bupati, pendemo tetap gagal menemui Bupati untuk menyampaikan tuntutannya secara langsung. Kecewa dengan hal tersebut, koordinator demo, Wiri Tri Kusuma meneriakkan akan menggelar aksi lebih besar lagi dengan agenda menuntut Bupati turun dari jabatannya.

“Bupati takut menemui rakyatnya padahal jumlahnya hanya sedikit. Kami siap menggelar aksi lebih besar lagi, menuntut Bupati mundur,” teriak Weri.

Menagih visi misi Bupati Mukomuko, menagih janji Bupati menempatkan Kepala Dinas sesuai dengan bidang ilmu, meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sawit, meminta Bupati menyurati pihak PT. Agro Muko untuk memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengambil pakan ternak (rumput) di wilayah HGU PT. Agro Muko, Tanah Rekah Estate dan Mukomuko Estate. Kemudian meminta kepada Kejaksaan Negeri Mukomuko menuntaskan kasus tindak pidana korupsi makan minum Setdakab Mukomuko sampai ke akar-akar-nya, meminta kepada Kapolres Mukomuko menanyakan kejelasan kasus Bimtek Perangkat desa tahun 2016 kepada pihak Polda Bengkulu. Selanjutnya meminta kepada DPRD Mukomuko untuk mengukur ulang HGU PT. Agro Muko, dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk membuat rekomendasi pelepasan HGU di sepanjang pesisir pantai.

Usai menyampaikan tuntutannya kurang lebih selama dua jam, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, pendemo membubarkan diri dengan tertib. Begitupun dengan Parlemen Gedongan beserta keluarga, diwaktu yang nyaris bersamaan juga membubarkan diri usai pelantikan. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *