BPIP Ingatkan Kaum Millenial Bengkulu Jaga Pancasila

Featured Hukum & Kriminal Pemda Provinsi Politik Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Diera teknologi yang semakin canggih dan pembaruan budaya yang kian berkembang pesat, kaum milenial agar tidak sekali-kali melupakan nilai-nilai Pancasila.

Artinya, generasi penerus bangsa yang ada di negeri ini, agar tidak melupakan budaya turun- temurun sudah ada, dan memanfaatkan kecanggihan teknologi ke arah yang positif.

Pernyataan itu diungkapkan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP), Dr. Lia Kian, disela-sela kegiatan pembudayaan nilai Pancasila di Bengkulu.

Menurut Lia Kian, pembinaan pancasila yang dilakukan pihaknya ditengah masyarakat sekarang ini, salah satunya melalui pendekatan budaya dan seni. Apalagi diketahui antara budaya dan seni, merupakan sebuah aspek saling mendekati. Sehingga ketika kaum milenial sudah menjalankan pembudayaan yang didalamnya terkandung nilai-nilai Pancasila, negara ini akan kuat dan utuh.

“Dipilihnya Bengkulu dalam penanaman nilai-nilai Pancasila dengan mengedepankan budaya, karena diketahui dari Bengkulu di samping ada Ibu Fatmawati yang merupakan Ibu Negara Indonesia, juga diketahui memiliki budaya yang sangat bagus. Seperti ada Festival Tabut dan alat musik Dol. Oleh karena itu, dari potensi yang ada tersebut dapat dimunculkan ke permukaan. Sehingga bisa menjadi pelopor sekaligus tokoh baru dari kaum milenial atau kaum ibu-ibu yang cinta budaya dengan mengendepankan nilai-nilai Pancasila,” katanya, kemarin (14/9).

Lebih jauh dijelaskan, sebelum ke Bengkulu, di Ende, pihaknya telah memberikan 74 icon Pancasila. Dimana, dengan adanya penghargaan kepada 74 item tersebut, diharapkan memotivasi bagi siapa saja dari Bengkulu agar mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Dibagian lain, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya di Bengkulu ini juga sebagai napak tilas. Tetapi untuk mengangkat nilai-nilai Pancasila dalam perspektif kehidupan, diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Bengkulu, khususnya kalangan perempuan yang dikenal feminimnya. “Diharapkan ada juga lahir dari Bengkulu,” pungkas Lia Kian.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *