Kemarau, Pungut Batu Bara di Sungai

Bengkulu Tengah Desa Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan

RBO, BENTENG – Sejak musim kemarau belakangan ini di Bengkulu Tengah, bagi sejumlah warga Desa Kembang Seri dan desa tetangga dimanfaatkan untuk mendulang limbah batu bara di Sungai Kembang Seri yang kebetulan kondisi airnya lagi surut.

“Selama ini, jika musim hujan air sungai itu dalam, sehingga sulit untuk menjangkau ke dasar sungai, setelah kemarau bisa langsung turun mendulang limbah batu bara,” beber Rian, salah seorang pencari batu bara di Sungai.

Dikatakannya, pada saat Sungai Kembang Seri dalam keadaan normal, dalam kelompoknya setiap harinya terkadang hanya mendapat dua hingga empat karung. Sedangkan sekarang, pendapatannya agak cukup lumayan, setiap hari terkadang bisa mengumpulkan 5-6 karung. Masing-masing karung beratnya sekitar 60 kilogram, bila dijual pada pedagang pengumpul dibeli dengan harga sekitar Rp 75-80 ribu per karung.

“Satu perahu rakit beranggotakan empat orang, bila dibandingkan mencari ikan di sungai, penghasilan lebih tinggi mencari limbah batu bara ini,” tambahnya.

Sementara itu, dengan menekuni profesi sebagai pencari limbah batu bara di sungai, para pendulang bisa berpenghasilan hingga Rp 150 ribu per hari.

Dibagian lain, seorang penampung limbah batu bara di Benteng, Buyung menuturkan, perolehan penambang saat ini ada peningkatan.

Namun, masalahnya harga beli batu bara tersebut agak sedikit turun, dari biasanya di atas Rp 90 ribu perkarung hanya dibeli sekitar Rp 75-80 ribu per karung. Harga itu turun karena permintaan pedagang besar di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu juga masih lesu akibat stok di pelabuhan masih menumpuk,” tutupnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *