Penyelamatan Air di Mukomuko, Mulai dari Bendungan Manjunto

Desa Ekonomi & Bisnis Featured Hukum & Kriminal Lingkungan Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Mukomuko mulai menggalakan penyelamatan air. Langkah awal dilakukan dengan menggelar kegiatan penanaman di sempadan Sungai Manjunto, tepatnya di kawasan Bendungan Manjunto, dilahan seluas sekitar 6 hektar bekas lahan sawit digantikan dengan tanaman buah-buahan dan kayu-kayuan. Selasa (17/9).

Kegiatan penanaman ini dilakukan bersama lintas instansi, dari Kementrian PUPR RI, Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VII, Pemkab Mukomuko, Organisasi Kemasyarakatan, bahkan kegiatan penanaman ini dihadiri langsung oleh Komandan Korem 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Dwi Wahyudi, MM.

Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH menegaskan, kegiatan ini bukan sekedar seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan starting penyelamatan air di daerah ini.

Dijelaskannya, kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Bendungan Manjunto, karena Bendungan merupakan simbol kebutuhan air. Baik untuk pertanian, perikanan maupun untuk keperluan keseharian masyarakat.

“Ini bukan seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan langkah awal komitmen kita menyelamatkan air. Kita laksanakan di kawasan Bendungan, karena Bendungan merupakan simbol pemanfaatan air untuk kehidupan kita,” sampainya.

Kata Bupati, tugas penyelamatan air ini bukan semata tugas pemerintah. Akan tetapi menjadi tugas bersama. Ia berharap, masyarakat dapat menjaga keseimbangan dalam pemanfaatan alam untuk berbagai kebutuhan.

“Silahkan manfaatkan sumber daya alam kita yang melimpah ini, namun jangan abaikan keseimbangan alam. Untuk itu saya berharap, masyarakat dapat mentaati aturan yang berlaku dalam pemanfaatan alam kita ini, demi keseimbangan alam kita,” pungkasnya.

Danrem 041/Gamas Bengkulu, mengapresiasi kegiatan ini, katanya, Korem 041/Gamas siap membantu Pemerintah Kabupaten Mukomuko mensukseskan program penyelamatan air khususnya dan alam pada umumnya.

“Ada pepatah lama yang penting kita renungkan. Jagalah Alam, Maka Alam Akan Menjaga Mu. Sudah saatnya kita melakukan gerakan penyelamatan alam kita yang kita diamin ini,” demikian Danrem. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *