Pagar Ruyung Gelar Rembuk Stunting

Bengkulu Utara Desa Ekonomi & Bisnis Featured Kesehatan Sosial & Budaya

RBO, ARGA MAKMUR – Guna untuk melakukan penanganan dan pencegahan Stunting di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara. Pemdes dan BPD Desa Pagar Ruyung melaksanakan Rembuk Stunting dalam rangka percepatan, pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi.

Rembuk dibuka langsung oleh Kades Azandi Kartawinata, S. Pd dikantor Desa Pagar Ruyung Kecamatan Batik Nau, berjalan lancar dan sukses, Kamis (19/9) Kemarin.

Rembuk Stunting ini juga dihadiri BPD, Perangkat Desa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Bidan Desa, Kader KPM dan Perwakilan Masyarakat.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Secara fisik, kondisi stunting dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi badan per umur yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan yang sesunggunya.

Akibat terburuknya adalah perkembangan dan pertumbuhan otak anak, sehingga kecerdasan anak tidak maksimal yang tentu saja akan menimbulkan masalah secara sosial yang bisa memengaruhi masa depan serta produktivitas anak tersebut.

Saat dikonfirmasi jurnalis Kades Azandi Kartawinata mengatakan, kegiatan rembuk stunting ini adalah langkah awal untuk menekan angka stunting Desa Pagar Ruyung, “Rembuk Stunting ini kita lakukan sebagai langkah awal untuk menekan angka Stunting Desa Pagar Ruyung ini, ” kata Azandi.

Ditambahkan Azandi, Harapannya dengan adanya kegiatan ini, akan di survei dan mendata masyarakat. Maka ditahun 2020 mendatang melalui kegiatan-kegiatan yang disepakati dalam rembuk nantinya di Masukan dalam RKPDes tahun 2020.

“Harapannya kita dengan adanya kegiatan ini selanjutnya akan kita survei, kita data semua masyakarat, maka ditahun 2020 mendatang melalui kegiatan-kegiatan yang telah di sepakati dalam rembuk yang mana nanti akan kita masukkan dalam RKPDes pada saat penyusunan RKPDes TA 2020. Disepakati oleh Jajaran Pemdes, BPD dan Kelembagaan Masyarakat, sehingga dengan adanya kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanganan stunting, di Desa Pagar Ruyung ini tidak ada lagi Stunting,” Ungkap Azandi. (bri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *