Minta Hujan, Warga Ponsu Lakukan “Doa Ngubai”

Desa Ekonomi & Bisnis Featured Mukomuko Sosial & Budaya

RBO, MUKOMUKO – Musim kemarau yang melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Mukomuko membuat sejumlah sumur warga di wilayah Kecamatan Pondok Suguh (Ponsu) mengalami kekeringan. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat setempat dari berbagai elemen menggelar doa meminta hujan. Doa yang dipanjatkan oleh masyarakat Ponsu ini dilakukan dengan cara agama dan adat setempat.

“Iya, hari ini, Kamis (3/10) menggelar doa untuk meminta hujan bertempat di Desa Tunggang,” kata Camat Pondok Suguh, Abdul Hadi, S.Sos ketika dikonfirmasi.

Pertama, dijelaskan Camat, masyarakat setempat melaksanakan Shalat Istisqa dipinggir Sungai Tunggang yang dihadiri ratusan masyarakat. Setelah itu dilaksanakan doa secara adat setempat yakni doa Ngubai.

“Brtindak sebagai Imam KH. Drs. Wazir Dahlan pimpinan Pondok Pesantren PPDA, khatib Ust. A’as Ansori, S.Sos.I.,” sampai Camat.

Dijelaskan Camat, Ngubai adalah tradisi adat masyarakat Pondok Suguh sebagai wujud pemanjatan doa untuk meminta hujan. Ngubai adalah Kegiatan membentang jaring/ubai yang terbuat dari janur aren atau kelapa. Jaring yang terbuat dari janur kelapa ini dibentang selebar sungai dan ditarik secara bersama-sama sepanjang 1 km dari hulu ke hilir. “Ada lima jaring atau Ubai yang dibuat oleh panitia,” sampainya.

Dengan telah diselenggarakannya doa-doa ini, masyarakat berharap hujan segera turun. Air-air sumur kembali melimpah dan sungai-sungai yang sudah menyusut kembali membesar. “Harapan semua masyarakat hujan segera turun” pungkasnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *