AJI Kenalkan Kelompok Difabel Kerja Jurnalis

Featured Pendidikan

RBO, BENGKULU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu dan kelompok penyandang disabilitas mengunjungi kantor RB Televisi (RBTV), Jumat (11/10). Kunjungan ini merupakan bagian dari program pelatihan menulis yang dilakukan AJI Bengkulu bekerjasama dengan Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK-PPD).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pimred RBTV, Purnama Sakti. Setelah memperkenalkan proses kerja jurnalistik, para tamu dari kalangan difabel ini diajak berkeliling untuk melihat semua ruangan dan aktifitas bagian masing-masing hingga berita bisa ditonton publik.

Topher/RBO: Penyerahan kenang-kenangan dari difabel kepada Pimred RBTV Purnama Sakti

Ketua AJI Bengkulu, Harry Siswoyo mengatakan, tidak kurang dari 40an penyandang disabilitas yang hadir hari ini, diperkenalkan langsung dengan kerja-kerja jurnalis televisi yang selama ini sering mereka tonton. “Mereka bisa melihat langsung bagaimana media televisi bekerja mengolah berita, lalu menyajikannya kepada masyarakat,” kata Harry.

Menurut Harry, penyandang disabilitas ini sebelumnya telah diberikan pembelajaran tentang menulis, fotografi, vidiografi dan menggambar. Dari anggota penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan itu didominasi oleh tuna rungu dan daksa.

“Ini sudah pertemuan kedelapan setiap hari Jumat di Kantor Dinas Sosial Provinsi mulai pukul 14.00 WIB,” kata Harry.

Topher/RBO: Obrolan santai dengan pimred RBTV

Harry berharap penyandang disabilitas ini dapat menyuarakan haknya melalui tulisan. Selama ini, kelompok disabilitas kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dan swasta. Padahal mereka mampu jika diberikan tugas. “Menulis bisa menyuarakan hak. Dengan menulis, bisa mengekspresikan diri. Mereka memiliki hak yang sama,” ujar Harry.

      Sementara itu, Pimpinan Redaksi RBTV, Purnama Sakti mengaku senang dengan kunjungan  kelompok disabilitas ini. Dia berharap setelah melihat bagaimana jurnalis tivi dalam mengolah suatu informasi sehingga menjadi layak untuk ditonton publik. “Kami sangat senang dengan kunjungan kawan-kawan disabilitas ini. Semoga setelah melihat secara langsung proses kerja jurnalis tivi, kawan-kawan ini mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan proses kerja jurnalis hingga layak untuk ditonton publik,” kata dia.

Foto didepan Graha Pena RBMG

Selain menjelaskan proses kerja jurnalistik tivi hingga gambar tayang, Purnama juga mempersilakan perwakilan difabel untuk mencoba menjadi layaknya seorang penyiar. “Kadang-kadang kami juga butuh teman-teman untuk menerjemahkan apa yang disampaikan pembawa berita kepada public. Dulu kami pernah ada,” ujar dia.

      Sementara itu salah seorang perwakilan kelompok difabel Tia, mengaku senang dan mendapatkan pengalaman baru dengan kunjungan ini.

“Saya tadi mencoba siaran dan seolah-olah menjadi penyiar. Saya sangat senang. Proses siaran ini ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkan orang. Apalagi telah menjadi tontonan yang menarik,”kata Tia.

      Sementara itu Ketua Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK-PPD) atau Pendamping difabel, Irna Riza Yuliastuti berharap pada pihak management RBTV untuk juga memberikan kesempatan kepada kalangan difabel jika ada slot untuk pekerjaan dimedia. “Mereka ini mampu untuk bekerja dan mandiri,” demikian Irna. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *