Ini Kata Agusrin Soal Pilgub Bengkulu

Featured Politik

RBO, BENGKULU – Walaupun telah didaftarkan pada sejumlah Partai Politik (Parpol) sebagai kandidat Calon Gubernur (Cagub) Bengkulu, mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin belum bisa memastikan benar-benar maju dalam Pilgub tahun 2020 mendatang atau tidak. Terlebih pria yang pernah menjabat Gubernur Bengkulu tersebut, menyadari sebagai mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Saya inikan mantan napi, dan apapun itu saya sadari. Apa tidak ada yang lain, selain saya. Apa masyarakat Bengkulu tidak malu dipimpin mantan napi. Apalagi untuk memimpin Provinsi ini dibutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian,” ungkap Agusrin diwawancarai usai pelaksanaan 100 hari meninggalnya sang Ibunda bersama Sultan B. Najamudin sekaligus bertemu keluarga yang juga dihadiri Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah.

Menurutnya, keberanian itulah modal awal untuk menerobos keterisolasian yang ada. Walaupun terkadang dengan memiliki keberanian, belum tentu mampu mengejar ketertinggalan suatu daerah.

“Tapi yang jelas apakah saya ikut bertarung disini atau tidak dalam Pilkadagub tahun depan, nanti pada waktunya kita putuskan. Kalau sekarang belum,” ujar Agusrin.

Disinggung namanya yang telah didaftarkan ke sejumlah Parpol, Agusrin menyampaikan, tidak bisa menghalangi masyarakat yang menginginkannya untuk kembali memimpin Provinsi Bengkulu. “Saya tidak bisa menghalangi itu, dan saya juga tidak bisa menghalangi orang-orang yang menolak saya untuk tidak berada di Provinsi ini. Itu semua hak masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, urusan calon-mencalon ini biar mengalir saja, dan Ia ikuti saja seperti apa proses kedepannya. Sejauh pandangannya, dinamika politik di Provinsi Bengkulu sangat bagus. “Karena bermunculan orang-orang terbaik daerah kita, yang ingin mengabdikan diri. Saya rasa ini sebuah kondisi dan langkah yang baik bagi kita semua,” singkat Agusrin.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *