Protes, Warga Buang Sampah Depan Kantor DLH

Featured Kepahiang

RBO, KEPAHIANG – Enam orang perempuan muda asal Desa Sidorejo dan Desa Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan membawak 5 karung sampah kemudian membuangnya ke halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepahiang. Aksi sepontan Selasa (22/10) sekitar pukul 10.00 WIB membuat heboh para pegawai DLH hingga langsung berlarian keluar gedung untuk mengetahui peristiwa yang tengah terjadi.

Kelompok perempuan mengaku perwakilan Karang Taruna Kecamatan Kabawetan ini datang menggunakan kendaraan bak terbuka, keenam perempuan ini langsung membuang karung-karung berisi sampah tepat didepan pintu masuk kantor Dinas Lingkungan Hidup. Beruntung mereka tidak menyerakkan sampah-sampah didalam karung tersebut, mereka hanya menumpukan sampah sehingga dengan mudah dibersihkan oleh petugas kebersihan.

Fitri Novianti (23) koordinator aksi pembuangan sampah dikantor DLH menyebutkan tindakan meraka lakukan sebagai aksi protes, karena dikawasan Kecamatan Kabawetan khususnya Tugu Rejo dan Sidorejo tidak disiapkan kontainer atau bak penampungan sampah. Pahadal sudah berulang kali diajukan masyarakat. “Karena tidak adanya kontainer sampah ini, menyebabkan masyarakat membuang sampah sembarang, ada yang membuang disungai. Bahkan kita sudah gotong royong membersihkan sampah lalu, dan meminta sampah diangkut oleh petugas kebersihan sudah koordinasi katanya oke, tapi sampai kemarin tidak juga diangkut,” tegas Fitri.

Akibat aksinya, Fitri dan rombongan sempat terlibat debat dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muktar Yatip SPd serta pegawai DLH lainnya. Perdebatan terjadi dilapangan depan kantor dibawah teriknya sinar matahari. “Masuk saja, sampaikan aspirasi didalam,” ungkap Kadis Lingkungan Hidup Muktar Yatip S.Pd

Keenam perempuan, mengharapkan dengan digelarnya aksi protes dapat membuat pemerintah khususnya DLH memiliki komitmen tinggi agar bisa menyediakan kontainer sampah. Atau membuat tempat pengelolaan sampah terutama diwilayah Kecamatan Kabawetan. “Khususnya didesa kita, perkiraan kita lebih kurang satu desa membutuhkan 3 kontainer sampah,” tegas Fitri.

Saat aksi berlangsung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muktar Yatip SPd turun langsung menemui masa. Meskipun sempat meninggikan nada suara, ketika berdiskusi dengan masa Muktar tetap merangkul warganya dengan mengajak berdialog didalam kantor. Hingga akhirnya disepakati sebuah perjanjian jika bak sampah atau kontainer akan diadakan tahun 2020. “Untuk kontainer sampah bisa kita adakan ditahun 2020. Solusi dalam waktu dekat sesuai dengan pembicaraan dengan mereka (peserta aksi) mereka bisa menampung sampah dulu. Nanti petugas kita yang angkut, bisa seminggu sekali karena tergantung dengan volume sampahnya,” ujar Muktar Yatip.

Muktar Yatip juga mengakui bila selama ini, belum ada kendaraan truk sampah secara mobile beroperasional diwilayah kecamatan Kabawetan. Karena dinasnya memiliki keterbatasan jumlah truk sampah serta anggaran. “Kalau selama ini belum ada, karena kita keterbatasan anggaran,”demikian.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *