Bentuk AKD, Calon Pimpinan Kasak Kusuk Galang Dukungan

Featured Politik

Dempo Xler : Harapan Kita Musyawarah Mufakat Saja

RBO, BENGKULU – Jika tidak ada halangan, besok (Hari ini-red) DPRD Provinsi Bengkulu akan melaksanakan paripurna pengesahan Tatib dan Kode Etik. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Untuk itu, dari beberapa anggota fraksi DPRD Provinsi Bengkulu satu hari jelang pembentukan AKD nampak kasak kusuk menggalang dukungan guna merebut kursi pimpinan AKD.

       “Dari suasananya saat ini, memang untuk perebutan pimpinan AKD cukup memanas di internal DPRD. Dan ada beberapa anggota fraksi yang melakukan lobi-lobi untuk pimpinan AKD ini,” ungkap anggota Dewan Provinsi dari Partai Perindo, H. Yurman Hamedi S.Ip, Rabu (23/10).

      Selain itu, dari anggota Fraksi Amanat Keadilan yang juga Wakil Ketua I DPW PAN Provinsi Bengkulu, Dempo Xler S.IP, M.AP  membenarkan seperti yang disampaikan oleh H. Yurman Hamedi. Namun menurutnya dari PAN mereka berharap dalam pembentukan dan pemilihan pimpinan AKD sebaiknya dilaksanakan dengan cara musyawarah dan mufakat saja. “Kalau kami mengalir saja. Kita ikut aturannya. Hendaknya pimpinan DPRD bisa membawa pembentukan dan pemilihan pimpinan AKD ini dengan cara musyawarah mufakat. Tidak perlu voting dan gontok-gontokkan,” saran Dempo.

      Dan untuk siapa saja kandidat pimpinan AKD, Dempo membeberkan, pada dasarnya hampir seluruh fraksi ingin mendapatkan pimpinan AKD tersebut. “Kita ini kan ada enam AKD, termasuk Badan Kehormatan dan Bapemperda. Lalu ditambah empat komisi-komisi yang ada. Dibagi rata saja, kan masing-masing nanti ada tiga. Misalnya Komisi I, ada Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris. Tempatkan saja seluruh anggota perwakilan masing-masing Fraksi dalam AKD,” bebernya.

      Dari penelusuran jurnalis di DPRD Provinsi Bengkulu, ada beberapa Fraksi yang sangat getol memperebutkan posisi pimpinan AKD. Apalagi khususnya pimpinan Komisi III. Ada nama Yurman Hamedi, lalu Tantawi Dali, serta Imron Rosyadi calon pimpinan komisi III. Kemudian untuk komisi II ada nama Irwan Eriadi, serta Herizal. Di komisi IV ada nama Muharamin, dan untuk Komisi I ada Sumardi. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *