Oktober Bulan Keberuntungan Nelayan Mukomuko, Gaji Sejuta Sehari

Featured Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Bulan Oktober 2019 ini menjadi bulan keberuntungan bagi nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya Kota Mukomuko. Pasalnya sejak awal bulan ini, nelayan panen raya ikan beledang atau Layur. Di Bulan Oktober ini, satu orang nelayan bisa mengantongi uang Rp 1 juta dalam sehari.

Japri (43), salah seorang nelayan PIM mengungkapkan, musim Beledang, termasuk yang paling dinanti-nanti oleh nelayan setempat. Sebab, ikan yang berbentuk pipih dan berbadan panjang ini salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Menjualnya pun tidak susah. Para toke (pengepul) berebut membeli ikan jenis ini.

“Ikan beledang ini dijual keluar daerah, di ekspor,” kata Japri ketika dikonfirmasi RADAR BENGKULU kemarin.

Dijelaskan Japri, ada tiga tipe beledang yang menentukan harga jualnya. Pertama, kelas A atau kualitas super. Baik dari sisi ukuran dan kondisinya masih segar, harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per kg. Kemudian kelas B, dibeli oleh toke Rp 15 ribu. Sedangkan kelas C paling tinggi Rp 10 ribu.

Dalam sehari, nelayan hasil tangkapan nelayan untuk jenis ikan beledang saja bisa mencapai 500 kg. Dari hasil tangkapan itu, untuk Beledang kelas A bisa mencapai 40 hingga 50 persen. Sisanya Beledang kelas B dan C, belum lagi ditambah ikan jenis lain. Satu Jokong (Perahu) dalam sehari bisa meraup hasil Rp 10 juta perhari.

“Hampir tiga Minggu ini, satu orang nelayan (yang hanya anak kapal) pendapatan perharinya Rp 1 juta. Apalagi pemilik Jokong (perahu) sudah pasti lebih dari itu,” kata Japri.

Dijelaskannya, rumus pembagian hasil nelayan PIM “Seluruh hasil perolehan dibagi tiga. Satu bagian untuk pemilik Jokong, satu bagian untuk operasional (termasuk alat tangkap) dan satu bagian untuk anak kapal. Satu bagian untuk anak kapal ini dibagi berapa orang yang melaut, biasanya empat orang,” beber Japri.

Ditambahkannya, meningkatnya pendapatan nelayan PIM beberapa Minggu ini juga dibuktikan dengan meningkatnya omzet warung-warung manisan (kelontong) di kawasan pemukiman nelayan PIM. Kata Japri yang juga memiliki warung, omzetnya sehari jauh meningkat dibandingkan saat musim paceklik.

“Kalau warung saya laris manis, lancar jaya, itu pertanda ekonomi masyarakat sedang meningkat, dan biasanya sedang musim ikan mahal,” pungkas Japri. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *