Tanpa Gagasan, Pilkada Mukomuko Berpotensi Terjadi Money Politics

Featured Mukomuko

RBO  <<<    MUKOMUKO  <<<   Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mukomuko semakin dekat. Sejumlah bakal calon Kepala Daerah (Bacakada) mulai bermunculan. Partai Politik (Parpol) pun mulai menjaring kandidat yang akan diusung. Akan tetapi, keseriusan para Bacakada ini masih dipertanyakan.

Setidaknya, sudah ada enam nama yang digadang-gadang siap bersaing pada Pilkada 2020 mendatang. Yaitu Choirul Huda, Haidir, Sapuan, Yulia Susanti, Wisnu Hadi, dan Kuwatono. Keenam nama ini telah menyatakan siap bertarung pada Pilkada nanti. Bahkan sejumlah nama menyatakan siap menjadi penantang Petahana yang tidak lain Bupati Mukomuko saat ini Choirul Huda yang telah menyatakan diri siap maju kembali pada Pilkada Mukomuko.

Keseriusan para kandidat ini ditunjukan dengan mendaftarkan diri pada Parpol-Parpol yang telah membuka penjaringan. Namun, sejauh mana keseriusan figur-figur ini kepada ratusan ribu pemilih? Pertanyaan ini dilontarkan salah seorang pengamat dan praktisi hukum Kabupaten Mukomuko, Muslim Chaniago, SH. MH. Ketika dihubungi RADAR BENGKULU, Minggu (3/11).

Menurutnya, sejumlah nama yang digadang – gadang bakal maju pada Pilkada mendatang masih minim sekali promosi. Padahal, tahap ini penting untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas seorang Cakada.

“Memang, kalau untuk kalangan masyarakat menengah keatas atau masyarakat yang peka terhadap politik daerah, nama-nama yang sudah disebut-sebut itu sudah dikenal. Tapi perkiraan saya masih jauh lebih banyak orang yang belum mengenal mereka, kecuali Petahana memang sudah cukup dikenal mayoritas masyarakat,” beber mantan Ketua Tim Pemenangan salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko pada Pilkada 2015 lalu.

Yang lebih disayang lagi, ujar Muslim, Cakada Mukomuko ini, termasuk Petahana belum menampakan selentingan gagasan unggulan yang akan “dijual” kepada pemilih. Sekarang ini, masyarakat tidak tahu, para Cakada ini mau berbuat apa kalau jadi Bupati dan Wakil Bupati untuk mengatasi segala persoalan di daerah ini.

Padahal menurutnya, masih banyak yang harus diperbaiki oleh pemimpin-pemimpin daerah ini di masa mendatang. Mulai dari tata kelola keuangan, birokrasi, pencegahan korupsi, sampai yang paling penting lagi, persoalan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian secara keseluruhan.

“Yang dikeluarkan oleh Kandidat saat baru sebatas Jargon klasik. Misal, Mukomuko Maju, Mukomuko Lebih Baik dan sebagainya. Belum ada real gagasan yang keluar dari kandidat,” sebut Muslim.

Jika para kandidat ini serius, jangan cuma serius di tatanan parpol – parpol saja. Seharusnya Bacakada lebih serius lagi dengan para pemilih. Jual dan promosikan diri kepada pemilih, dan paparkan gagasan – gagasan yang ingin diangkat supaya masyarakat dapat menilai serta mempertimbangkan gagasan yang diangkat para Cakada.

“Para calon ini nanti, khususnya para penantang Incumbent, sejatinya adalah harapan masyarakat. Dari mana masyarakat menggantungkan harapan? dari gagasan para Cakada,” kata Muslim.

Lebih lanjut dikatakannya, “Saya yakin Cakada yang memiliki gagasan – gagasan yang bagus dan mampu disampaikan dengan baik kepada masyarakat, akan menjadi pilihan,” sambungnya.

Jika para Bacakada ini masih terus menyimpan gagasan – gagasannya, atau bahkan tidak mengeluarkan gagasannya, kondisi ini akan menjadi biang praktik money politics. Sebab, kandidat gagal mendongkrak popularitas dan elektabilitas lewat jalur halal. Sehingga pilihan terakhirnya melakukan transaksi money politics untuk memenangkan kontestasi pada Pilkada nanti.

“Sejatinya, politik itu adalah kekuatan kata-kata. Bukan kekuatan rupiah. Bagai mana mau dikenal dan dipilih tanpa promosi dan gagasan. Keluarkan saja. Jangan malu-malu, supaya masyarakat dapat menilai dari jauh-jauh hari,” sebutnya.

Ditengah semangat untuk mewujudkan pemilihan umum yang murah dan bebas dari politik uang, sedapatnya para figur yang akan maju pada Pilkada Mukomuko mendatang, bertarung gagasan dan strategi yang bagus. Jangan melancarkan serangan dengan isu-isu yang membuat kondisi ditengah masyarakat menjadi terkotak-kotak dan suasana jadi tidak kondusif.

“Harapan saya itu, kita nanti saja gagasan para kandidat ini. Kita (masyarakat Mukomuko) harus memulai berpolitik yang cerdas dan sehat,” pungkasnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *