BMA Bengkulu Gelar Ikrar Kesepahaman Suku

Featured Sosial & Budaya

RBO, BENGKULU – Pada tahun ini, Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu merencanakan program ikrar kesepahaman antar suku yang ada di Bengkulu. Program yang positif ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi daerah yang aman dan sejahtera serta mengantisipasi tindakan permusuhan antara suku atau pun etnis yang ada.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu Drs H.Efendi, MS saat dijumpai jurnalis kemarin Kamis (07/11) mengatakan kegiatan ini akan digelar dengan penandatangan dari 60 unsur tokoh masyarakat, suku, forkopimda dan kepala daerah yang ada di Provinsi Bengkulu. Ikrar ini nantinya berharap dapat meningkatkan upaya masyarakat terhindar dari tindakan perselisihan antar suku yang ada.

“Program kerja kita ditahun ini dalam gelar ikrar kesepahaman persaudaran suku tingkat Provinsi Bengkulu. Nantinya ada 60 unsur dari tokoh masyarakat, Forkopimda dan Kepala Daerah se Provinsi Bengkulu serta lainnya akan menandatangani ikrar ini. Kita ingin dengan adanya ini maka jika ada permasalahan atau perselisihan horizontal hingga melebar maka dapat diselesaikan. Terlebih lagi saat ini sudah sangat berkembang informasi seperti media sosial,” ujarnya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlangsung pada 17 November mendatang bersama Kesbangpol Provinsi Bengkulu untuk mengambil langkah kearifan lokal. Nantinya dihadiri oleh pihak dari unsur suku lokal hingga dari suku luar daerah dengan adanya ini maka beberapa perselisihan dapat diselesaikan.

“Kita akan kembangkan, maka nantinya akan kesepahaman dengan Kepala daerah bahkan Forkopimda yang ada di Provinsi Bengkulu maka jika ada permasalahan kita akan bahas bersama dan bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Menariknya lagi berlangsung acar ini bertepatan pada syukuran HUT Provinsi Bengkulu yang ke 51 berada di Rumah Fatmwati. Menurutnya dari beberapa pendapat, program ini diharapkan dapat didukung. Bahkan baru Provinsi Bengkulu pertama merencanakan untuk melakukan ikrar antar suku tersebut.

“Direncanakan pada kesepahaman ini diadakan bersamaan dengan syukuran HUT Provinsi Bengkulu ke 51 yang berlangsung di rumah kediaman ibu Fatmawati. Semua jajaran baik Kapolda sendiri sangat menyambut baik program ini,” lanjutnya. Masih Efendi, menurut ada beberapa permasalahan yang terjadi seperti para nelayan trawl selain itu adanya perselisihan tapal batas di Kabupaten Daerah bahkan nantinya akan berlangsung Pilkada yang diharapkan dapat berjalan kondusif dan aman. “Sebenarnya memang ada beberapa perselisihan, bukan dari etnis bahkan luar etnis ada. Seperti ada permasalahan tapal batas selain itu nanti akan ada menjelang Pilkada. Kemarin ada permasalahan para nelayan maka yang sangat disayangkan oleh masyarakat bawah. Ini yang akan diantisipasi seperti kemarin ada beberapa permasalahan yang sudah kita selesaikan seperti keributan Keluarga Tabut dengan salah satu ulama islam karena pemahaman berbeda,” pungkasnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *