Mantan Komisioner KPU Sumsel Kembalikan Berkas Cagub Perindo

Featured Politik

Gustianto : Kita Masih Tunggu Izda dan ESD

RBO, BENGKULU – Dari lanjutan tahap penjaringan Bakal Calon Gubernur (Cagub) dan Cawagub oleh tim penjaringan DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu, dari total 13 kandidat yang mengambil formulir sudah 11 kandidat yang mengembalikan dan ada mantan komisioner KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang mengembalikan berkas formulir sebagai Cagub.

       “Tadi baru saja, ada Alfiyan Tony bersama LO nya yang mengembalikan formulir sebagai Cagub. Dan kita masih tunggu Izda Putra serta Erna Sari Dewi (ESD) untuk mengembalikan formulir pendaftaran,” ungkap Ketua Tim Penjaringan DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu, Drs Gustianto, Kamis (7/11).

      Sebelumnya pernah dijelaskan oleh sekretaris tim penjaringan DPW Partai Perindo, Eko Febrinaldo SH, untuk tahap pendaftaran sudah resmi mereka tutup tanggal 4 November lalu. Dan saat ini adalah masa pengembalian berkas. “Pengembalian berkas formulir masih kita tunggu hingga tanggal 11 November. Kemarin juga sudah ada Imron Rosyadi sebagai Cagub  serta kader Perindo, Ir Hakman Novi yang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Cawagub. Adapun 13 kandidat yang telah mengambil formulir diantaranya Rohidin Mersyah, Patrice Rio Capella, Ahmad Hijazi, Rosjonsyah Syahili, Bando Amin C. Kader, Dadang Mishal, Leny Haryati John Latief, Agusrin M. Najamudin, Imron Rosyadi, Alpian Toni, Erna Sari Dewi, Izda Putra, dan Hakman Novi,” jelasnya.

      Adapun dari kandidat Bakal Cagub yang mengembalikan berkas formulir pendaftarannya ke tim DPW Partai Perindo, Alfiyan Tony secara singkat menjelaskan alasannya hingga dia mendaftarkan diri ke Perindo. “Kedatangan saya ke Perindo ini dalam rangka menyerahkan formulir Calon Gubernur. Saya sudah mendaftarkan diri ke Partai Golkar, PKB, Gerindra, NasDem dan Demokrat. Dari beberapa Parpol yang telah didatangi, kita ada yang mengambil formulir sebagai Cagub, kemudian ada juga sebagai Cawagub. Kenapa saya mengambil seperti itu? Karena kita sesuaikan dengan situasi, nanti kita akan menyerahkan pada Parpol sebagai instrument yang menentukan apakah nanti sebagai Cagub atau Cawagub. Tapi sebenarnya saya inginnya sebagai Cagub,” kata Alfiyan Tony.

      Selain itu, Alfiyan Tony yang mengaku asli putra daerah Bengkulu dan berasal dari Kabupaten Rejang Lebong itu, dia menceritakan sedikit riwayat hidupnya, sehingga kemudian membuat dia maju menjadi salah satu kandidat. “Saya siap mengikuti apapun aturan di Perindo. Saya sebagai putra daerah Bengkulu asli Rejang Lebong, saya mulai dari SD, SMP, SMA hingga kuliah di Bengkulu. Kemudian saya melanjutkan ke Universitas Indonesia Jakarta. Hari-hari saya habiskan di Jakarta dan Palembang, Sumsel. Saya sebagai putra daerah merasa memiliki tanggungjawab untuk ikut membangun Provinsi Bengkulu agar lebih baik dari hari ini. Dengan pengalaman saya merantau selama ini, kemudian melihat provinsi-provinsi lain di Indonesia ini, kenapa Bengkulu ini gak maju-maju. Sebab itu, saya ingin mengangkat harkat dan martabat Bengkulu ini, baik dari sektor pendidikan, budaya, termasuk bagaimana meningkatkan perekonomian Provinsi Bengkulu ini agar masyarakatnya sejahtera. Dengan pengalaman sebagai penyelenggara pemilu, saya siap mengikuti seluruh proses demokrasi di daerah dengan baik,” pungkas mantan Komisioner KPU Provinsi Sumsel tersebut. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *