GenRe Spin, Berikan Pemahaman Kaum Milenial Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi

Featured Lingkungan Pendidikan

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   Data yang terhimpun dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional 2018 bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 267 juta jiwa menurut survei penduduk antar sensus.

Remaja Indonesia berjumlah 66,3 juta jiwa.  Sedangkan, kekerasan seksual di Provinsi Bengkulu tahun 2017 telah terjadi sebanyak 121 kasus. Untuk pernikahan usia muda Provinsi Bengkulu, menempati posisi ke 12 se- Indonesia.
Ini disinyalir, pelaku dan korban pada kekerasaan seksual yang terjadi selama ini, banyak terdapat di kalangan remaja. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Salah satu penyebab terjadinya kasus tersebut, kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi.

Amek / RBO
Erik Foto bersama dengan binaannya

Maka dari itu, pemuda kreatif berasal dari Provinsi Bengkulu, Erik Ari Sanjaya, mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Bengkulu (Unib), dan juga merupakan Duta GenRe Provinsi Bengkulu 2019, memodifikasi permainan menjadi media pembelajaran kesehatan reproduksi bagi remaja yang diberi nama “GenRe Spin”.

GenRe Spin adalah metode belajar sambil bermain dengan cara diputar atau spinning.

Di dalam GenRe Spin terdapat 6 istilah, Fakta, Mitos, Question, Dare, ? (tanda tanya) , Spin Lagi Dong. GenRe Spin telah terapkannya sejak bulan Juli 2019, usai diterpilihnya menjadi duta GenRe.
Dari penelusuran Erik, telah berkunjung sebanyak 20 PIK-R dan mengajak remaja di Provinsi Bengkulu untuk bermain GenRe Spin.

Dengan harapan , kasus kekerasan seksual dan pernikahan usia muda yang ada di Provinsi Bengkulu, dapat ditekan melalui GenRe Spin.

Apalagi, Provinsi Bengkulu telah menerbitkan Peraturan Gubernur No 33 tahun 2018, tentang pencegahan perkawinan usia anak. Genre spin juga diharapkan, dapat mendudukung atau memperkuat Peraturan Gubernur untuk pencegahan perkawinan anak sebagai edukasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi remaja.

Selain itu, salah satu penelitian yang dilakukan Cahaya Perempuan, tentang kehamilan tidak diinginkan tahun 2014, remaja tidak mengetahui bahwa jika melakukan hubungan seksual sekali bisa menyebabkan kehamilan.

Umi Hatra Dewi, Pembina PIK-R tingkat Nasional, mengatakan, sangat setuju bahwa GenRe Spin di perbanyak BKKBN RI sebagai media pembelajaran Kesehatan reproduksi bagi remaja, agar pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi semakin mantap adanya.

“Genre spin ini, dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat, tentang seks bebas. Selain itu, pentingnya seorang wanita menjaga diri, supaya tidak terjadi yang inginkan. Sehingga dapat meminimalisir pernikahan usia dini pada remaja,” ujar Erik pada RADAR BENGKULU, kemarin.
Dengan program genre spinnya, dia sudah mempunyai tiga binaan. Yaitu, PIK R MEKAR 8 DI SMA N 8 , PIK R CERIA Muara Bangkahulu Kp KB Rawa Makmur dan PIK R Bujang Gadis Rindu sharing masyarakat Sukamerindu.(rls/ach/krn)

Profil  Erik Ari Sanjaya

Nama : Erik Ari Sanjaya

Alamat : Jl Wr Supratman Kandang Limun No 101 UNIB Belakang Kota Bengkulu

Tanggal lahir : Bengkulu 23 Juni 1999

Pendidikan : Mahasiswa S1 Akuntansi UNIB

Usia : 20 tahun

Nama orangtua : Somi Sahri Munjaya
dan Elis Suwariyati Ningsih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *