Pemprov Anggarkan Rp 14 Miliar Untuk Rehab Mess Pemda Bengkulu

Featured Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Pemda Provinsi Bengkulu di tahun 2020 mendatang  berencana merehab  Mess Pemda di kawasan Tapak Paderi, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Saat ini Pemprov sudah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 14 miliar. Rehab tersebut  diperkirakan pada bulan Maret hingga April tahun 2020.

      Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri S.Sos M.Si menerangkan, selama ini mess pemda tampak kurang terawat. Selain itu, bangunan tersebut sudah layak untuk direnovasi. Namun tahap pertama ini pembangunan akan diusulkan dengan anggaran lebih kurang Rp 14 miliar.

      “Sudah kita usulkan pada anggaran tahun 2020 sekitar Rp 14 miliar. Untuk pengadaannya akan dilelang, kalau sudah disahkan maka langsung bekerja pada tahun depan,” ujarnya kemarin Jumat (22/11).

      Ia mengatakan, sesuai arahan Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, agar seluruh pekerjaan lelang, terutama infrastruktur harus lebih diawal tahun.

       “Kita berharap akan cepat. Kalau bisa awal tahun. Termasuk proyek prioritas harus dipercepat lelang nya,” tambah Isnan.

      Dalam desain yang ada, dalam pekerjaan nantinya ada beberapa tambahan tampilan bangunan yang berbeda, maka akan dapat menarik pihak investor swasta yang ingin mengelola mess tersebut. Dikarenakan,  sampai saat ini belum ada pihak ketiga ingin mengikuti lelang pengelolaan bangunan megah tersebut.

      “Kalau sudah selesai disahkan oleh legislative, maka nanti akan kita bahas. Apakah digunakan  untuk perhotelan atau khusus untuk mess. Sampai saat ini tampaknya sulit, Karena memang tidak ada yang minat untuk mengelola mess pemda ini. Makanya ditahun depan akan kita rehab agar tidak terlantar. Karena itu aset kita, sayang kalau tidak difungsikan,” ujarnya.

       Dikatakan, mess pemda akan direhab semenarik mungkin agar berguna bagi semua pihak. Ini tentu juga mendorong peningkatan pendapatan daerah.     Pembangunan mess pemda merupakan proyek dengan menghabisi anggaran sebesar Rp 53 miliar pada tahun 2007 lalu. Rencana pembangunan ini merupakan dari kepimpinan era mantan Gubernur Agusrin Najamudin. Terdapat dua bangunan gedung. Pertama merupakan tempat penginapan sebanyak 61 kamar. Sedangkan gedung kedua merupakan tempat pertemuan dengan kapasitas sebanyak 1.000 orang. Direncanakan pada tahun depan, bangunan tersebut akan digunakan untuk perhotelan. (bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *