Beres, Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau Tak Ada Hambatan Lagi

Featured Pemda Provinsi

Gub Rohidin: Segera  Dimulai Pekerjaannya

RBO <<<   BENGKULU  >>>   Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah menerangkan, pelaksanaan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau sudah siap semua. Mulai dari sisi penganggarannya maupun secara teknis persiapan di lapangan. Karena itu, Rohidin menegaskan, pembangunan jalan tol tidak batal ataupun tertunda. Seperti yang diberitakan media lain kemarin.

“Tinggal penjadwalan untuk memulai (pekerjaan, red). Bukan tertunda. Apalagi batal,” terang Rohidin, Senin (2/12).
Menurut Rohidin, untuk ukuran perjalanan pembangunan sebuah tol, maka perjalanan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau merupakan paling cepat. Lantaran, dalam tempo satu tahun, sudah siap dikerjakan.
“Tahun depan baru tahun kedua. Kita itu dalam tahun yang sama, tinggal siap dikerjakan. Semua sudah selesai. Ini orang kadang-kadang, untuk pembebasan dan proses Penlok (Penetapan Lokasi) saja bisa 1 hingga 3 tahun,” terangnya.

Rohidin menuturkan, pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau tinggal menunggu jadwal Presiden RI, Joko Widodo ada waktu groundbreaking. Sebab di lapangan, alat sudah siap untuk melaksanakan pekerjaan.
“Jadi sekali lagi saya katakan, tidak ada penundaan (pembangunan jalan tol, red). Jangan kita salah pengertian dalam hal ini. Karena pembangunan jalan tol ini merupakan PSN (Proyek Strategis Nasional),” papar Rohidin.

Ruas tol Bengkulu-Lubuklinggau yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera, terbentang sepanjang 95,8 Kilo Meter (KM). Salah satu tantangan pembangunan tol ini yakni terowongan yang dirancang sepanjang 7 KM. Terowongan menembus Bukit Daun, antara Bengkulu Tengah-Kabupaten Kepahiang. Selain itu akan dibangun pula jembatan yang membentang di atas lembah di kawasan Kabupaten Bengkulu Tengah-Kepahiang dengan ketinggian pilar antara 45-90 meter. Pembangunan terowongan Bukit Daun akan dilaksanakan seperti pembangunan terowongan di Pegunungan Alpen yang menghubungkan Perancis-Italia. Termasuk penggunaan teknologi dalam pengerjaannya. Ruas jalan tol terdiri dari 3 seksi. Ini meliputi Lubuklinggau-Kepahiang sepanjang 54,4 kilometer, Kepahiang-Taba Penanjung 23,7 kilometer, serta Taba Penanjung-Kota Bengkulu 17,6 kilometer. Total biaya investasi pembangunan jalan tol mencapai Rp 33 triliun.

Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Lubuklinggau-Bengkulu sudah dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo pada pertengahan Maret 2019 di Balai Raya Semarak Bengkulu. Penandatanganan PPJT disaksikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bengkulu, DR. H. Rohidin Mersyah.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *