Bulan Ini, Bahan Makanan dan Tiket Pesawat Diprediksi Naik

Ekonomi & Bisnis Featured

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Senin (02/12) kemarin menggelar ekspos bersama awak media serta instansi pemerintahan terkait. Dalam awal bulan Desember ini, pihaknya menyampaikan beberapa perubahan kondisi keuangan hingga jumlah peningkatan inflasi pada bulan November yang lalu.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Budi Hardiyono, S.Si M.E menerangkan, daerah Provinsi Bengkulu dibulan ini akan adanya kenaikan harga beberapa bahan makanan. Dimana dari data yang ada jumlah inflasi pada bulan November tahun 2019 ini, sesuai indeks harga konsumen (IHK) sebesar -1,41 persen. Kemudian andil inflasi November ini sebesar -0.3501 persen. Dalam perbandingan IHK pada Desember tahun 2019 lalu sebesar 1452,28 persen. Sedangkan untuk bulan November ini sebesar 152,12 persen. Setelah memperbandingkan kenaikan persentase perubahan IHK dari tahun ke tahun, maka diprediksi bahan makanan akan menyumbang inflasi nantinya.

“Paling utama itu seperti beras, minyak goreng, terigu, telur dan gula merupakan bahan yang kerap dipakai pada hari perayaan seperti Natal ditahun ini. Selain itu daging ayam dan sapi ini pasti harus disediakan. Karena setiap perayaan hari raya sama semua,” ujar Budi.

Kemudian selain bahan makanan, ada kenaikan minuman, makanan jadi, rokok dan tembakau. Data yang ada, andil inflasi pada kelompok ini sebesar 0,0486 persen. Inflasi November sebesar 0,30 persen. Kemudian IHK November tahun 2019 sebesar 145,27 persen. Sedangkan pada bulan Desember tahun 2018 lalu sebesar 140,41 persen.

Budi juga menerangkan, selama dua bulan berturut-turut ini Provinsi Bengkulu mengalami inflasi. Oktober sebesar 0,25 persen. Sedangkan pada bulan November kemarin sebesar 0,27 persen. Menariknya lagi, pada bulan November untuk harga cabe menurun pada peringkat ke dua terhadap andil deflasi sebesar – 0,1492 persen. Daging ayam ras mengalami penurunan harga di bulan November sebesar deflasi -0.1496 persen. Sedangkan peringkat pertama yang menyumbang andil inflasi yakni tomat buah sebesar inflasi 0,0457 persen disusul bawang merah sebesar inflasi 0,0370 persen. Pada peringkat ke 3 yakni kenaikan angkutan udara. Maka Budi menambahkan, agar pemerintah setempat dapat mengatasi harga kenaikan tiket maskapai. Pasalnya di akhir tahun ini beberapa hari perayaan besar menjadi faktor kenaikan tiket pesawat. Besaran andil inflasi pada bulan November untuk angkutan udara sebesar 0,0302 persen.

“Tidak kalah penting transportasi udara, agar dapat menjaga harga tiket pada bulan Desember ini. TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah-red) harus dapat mempengaruhi maskapai penerbangan, sehingga tidak ada gejolak kenaikan harga tiket pesawat,” imbuhnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *