BKSDA: Penyu Mati Dekat PLTU Diteliti di Lab Bandung

Featured Lingkungan

RBO, BENGKULU – Kematian penyu beruntun dua Minggu ini diteliti oleh BKSDA. Empat ekor penyu yang mati tidak jauh dari saluran pembuangan air bahang PLTU Batu Bara, Teluk Sepang, Bengkulu kemarin kini sudah dalam proses tindakan. Nanti hasilnya diketahui apa yang menyebabkan matinya penyu itu.

“Iya memang kita menerima laporan dan setelah itu langsung turun ke lapangan melakukan pengecekan. Hasilnya ditemukan salah satu hewan yang dilindungi mati di sekitaran Teluk Sepang, sebanyak 4 ekor yang telah mati,” ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Donal Hutasoit kemarin.

Dikatakan, dengan temuan matinya 4 ekor penyu ini pihaknya akan mencari penyebabnya, baik secara kasat mata maupun tidak kasat mata. Apalagi secara kasat mata, tim dokter yang ada di BKSDA telah melakukan pemeriksaan, tetapi masih perlu dilakukan uji lab, apakah matinya penyu tersebut disebabkan oleh zat kimia atau lainnya.

“Untuk itu sample dari penyu yang mati ini akan dilakukan uji lab di Bogor, dengan harapan bisa diketahui penyebab secara pastinya. Mengingat kita tidak mau menduga-duga penyebab matinya penyu dimaksud, sebelum dibuktikan hasil lab,” tegasnya.

Lebih jauh ditambahkan, pasca ditemukannya sebanyak 4 ekor penyu mati di pantai Teluk Sepang, tim BKSDA Bengkulu telah membawa ke resort Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang Bengkulu, dan tahap awal tim Dokter BKSDA yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, serta mengambil sample.

Lantaran dari 4 ekor penyu yang mati, juga ada terlihat bercak darah di bagian kepalanya. “Apapun hasil dari uji lab nantinya akan disampaikan kepada publik,” tandas Donal.

Sebelumnya, sekitar dua minggu lalu, juga ditemukan 5 ekor penyu yang mati. Bahkan juga ada ikan serta ubur-ubur yang ikut ditemukan mati di dekat pesisir teluk sepang atau tidak jauh dari PLTU Batu Bara, Teluk Sepang Bengkulu.  Dengan demikian hingga kini sudah tercatat total sebanyak 9 ekor penyu telah ditemukan mati.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *