Ungkap Kematian 12 Penyu Harus Libatkan Para Ahli

Featured Lingkungan

RBO, BENGKULU – Matinya sejumlah penyu di dekat lokasi PLTU Batu Bara 2×100 Megawatt Bengkulu terus jadi perhatian. Sebab
tercatat sudah 12 penyu mati secara beruntun. Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dengan didampingi dinas teknis di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov), telah melakukan sidak lapangan.

Dalam sidak tersebut, selain para wakil rakyat tersebut meninjau lokasi pembuangan air bahang PLTU yang terletak di Teluk Sepang Kota Bengkulu. Juga tim dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung melakukan uji lab kembali, dan mengambil sample air bahang untuk dilakukan uji lab ke luar Bengkulu.

Dari hasil uji lab lapangan, disebutkan air limbah PLTU masih berada dalam ambang baku mutu atau diduga belum tercemar. Bahkan dijumpai sebagian masyarakat ada yang memancing ikan di pesisir laut yang juga tidak jauh dari pembuangan air bahang PLTU.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu H. Yurman Hamedi S.Ip menyatakan, meski dari hasil sidak memang belum ditemukan dugaan pencemaran terhadap air limbah PLTU, sehingga pihaknya belum bisa menjawab secara pasti penyebab matinya salah satu hewan yang dilindungi itu.
Oleh karena itu, diakui Yurman, menyikapi masalah ini masih perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut. Sehingga benar-benar dapat diketahui penyebab kematian penyu-penyu dimaksud. Apalagi sebagian masyarakat ketika dijumpai di lapangan, juga masih berfikir positif terkait keberadaan PLTU.

“Penyebab matinya sejumlah penyu itu masih perlu dilakukan investigasi, sembari juga sample air bahang PLTU telah kita (legislatif,red) ambil, juga akan dilakukan uji lab ke luar Bengkulu, sebagai bahan perbandingan,” ungkap Yurman Hamedi, kemarin (8/12).

Lebih jauh ditambahkan Anggota DPRD Provinsi dari Dapil Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini, pentingnya dilakukan investigasi yang melibatkan para ahli, bahkan jika perlu dibentuk tim khusus, agar isu penyebab matinya sejumlah penyu-penyu itu tidak lagi simpang siur.

Mengingat di satu sisi, daerah memang membutuhkan PLTU, disisi lain kondisi lingkungan juga harus tetap terjaga dengan baik.

“Dengan banyaknya pihak yang akan dilibatkan dalam investigasi kematian sejumlah penyu-penyu, diharapkan dapat mengungkap kejadian yang sebenarnya. Kemudian, kita juga mengusulkan kepada pihak PLTU untuk bisa dipasang CCTV sekeliling termasuk di tempat pertemuan air bahang PLTU dengan air laut,” pungkas Yurman.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *