Rohayati Daud: Reward yang Tak Ternilai Harganya

Featured Profil Wanita

RBO  >>>  BENGKULU   >>>   Menjadi seorang guru merupakan cita-cita Rohayati Daud semasa kecilnya. Menurutnya, menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Dia tidak menampik, hampir setengah perjalanan hidupnya, mengabdikan diri mendidik anak bangsa. Berbagai, persoalan rumit, senang, sedih semuanya dilewati dengan penuh keikhlasan. Apa yang dikerjakan suatu amal ibadah yang tak ternilai harganya.

Rohayati Daud, lahir di Bengkulu, 10 Juli 1969. Sosok wanita berparas keibuan ini sangat ramah, supel dan senang berbagi sesama. Tak heran, saat RADAR BENGKULU berkunjung ke ruang kerjanya, sapaan lembut dengan senyuman manisnya, menyapa kami disana. Banyak hal yang dia ceritakan, dari awal karir menjadi seorang guru, sampai awal pertama kali resmi diberikan amanah sebagai Kepala SDN 4 Kota Bengkulu pada tahun 2007 silam.

Setelah itu, banyak hal yang membuatnya menjadi salah satu kandidat guru teladan, atas kepemimpinannya menjadi Kepala Sekolah. Tahun 2009, dia dimutasi ke SDN 53 Kota Bengkulu. Berselang tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 2011, kembali dimutasi ke SDN 69 Kota Bengkulu. Dua tahun kemudian tahun 2013, menjabat di SDN 1 Kota Bengkulu. Tahun 2017 sampai sekarang masih mantap menjadi Kepala SDN 9 Kota Bengkulu.

Rohayati Daud, memiliki tiga orang anak. Satrio Tandang Joko Yoso, Widuri Asmaranti dan M. Daffa El Fatih yang selalu menyemangatinya disaat dia lelah dalam bekerja. Tak lupa, dukungan suami tercinta Lonnys Suryanto, M.Pd tak luput menjadi pengobat rasa lelah.

Pengalaman yang dia tidak pernah dilupakan menjadi tenaga pendidik, dia dianugerahkan menjadi kepala sekolah berprestasi di tahun 2011. Saat itu, Rohayati masih menjadi Kepala SDN 53 Kota Bengkulu. “Alhamdulillah, saya meraih juara satu di tingkat provinsi, dan mewakili Provinsi ke tingkat Nasional. Walaupun di nasional belum meraih hasil yang maksimal, tapi mendapat reward studi banding ke Negeri China,” ujar Rohayati.

Rohayati tidak membayangkan, dapat menginjakkan kaki ke Negeri China. Membayangkannya pun tidak. Apalagi kesana melihat negeri yang begitu indah. Dia merupakan satu-satunya perwakilan Provinsi Bengkulu ke China bersama dengan Provinsi lainnya.

Prestasi yang diraih, selama Rohayati menjadi kepala sekolah di SDN 4 mampu membawa nama harum sekolah di bidang olahraga. Saat itu kondisi murid disana memang lebih menyukai bidang nonakademik, ketimbang akademik. Di SDN 53, meraih juara di Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Kota, SDN 69 menonjolkan kreatifitas murid bidang kesenian, pramuka dan lain-lain. Sedangkan saat menjabat di SDN 1, prestasi yang diraih lebih banyak lagi dari sebelumnya. Karena dari Sumber Daya Manusia (SDM) memang memadai.

Berikut semasa karir jenjang pendidikan Rohayati Daud, SDN 11 Kota Bengkulu tahun 1982, SMPN 5 Kota Bengkulu tahun 1985, Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) tahun 1988, DII Unib Jurusan PGSD tahun 2000, S1 UMB Jurusan PKN tahun 2003, S2 Unib Jurusan Bahasa Indonesia tahun 2011. “Moto hidup saya, berusaha sekuat tenaga apapun yang dikerjakan, dilakukan dengan ikhlas mendapatkan hasil yang memuaskan,” tutupnya. (ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *