Bupati BS, Penyandang Disabilitas, Warga Lapas Ikut Ujian Semester di UT Bengkulu

Bengkulu Selatan Featured Pendidikan

RBO, BENGKULU – Saat ini mahasiswa Universitas Terbuka Bengkulu sedang menjalani ujian semester. Ada yang menarik dari ujian UT kali ini. Dari Bupati, penyandang disabilitas hingga warga binaan Lapas Bengkulu ikuti ujin UT sesuai prosedur.

Direktur UT Bengkulu, Dr. Yumiati menceritakan, bahwa semangat menempuh pendidikan itu tak pandang kondisi, usia dan profesi.

Ini contoh semangat luar biasa. UT memberikan kesempatan terbuka dan seluas luasnya kepada siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup, meraih pendidikan.

“Ujian semester kali ini diikuti oleh Bupati, penyandang disabilitas hingga orang yang sedang berhadapan dengan hukum,’’ ujarnya.
Patut ditiru, mahasiswa yang berkebutuhan khusus dari Kabupaten Seluma. Namanya Bangkit Dwi Apriadi. Dia mahasiswa program studi PGSD UT. Dia sudah memasuki semester 10. Profesi ia adalah seorang guru SLB Negeri 1 Seluma. Kesehariannya ia mengajar sudah 7 tahun di SLB tersebut. Dan Sekarang dia ngajar di SMP mata pelajaran umum.

‘’ Mahasiswa kita ini kalau mengajar dia menggunakan kursi roda. Motivasinya dia kuliah di UT, karena hanya di UT yang bisa menerima mahasiswa kondisi seperti itu. Di samping kuliah di UT bisa sambil bekerja. Dia kalau tutorial di Kota Bengkulu, jadi selama tutorial dia selalu bolak balik Seluma Bengkulu, dan selalu diantar oleh ayahnya.’’ Seperti ujian akhir semester UAS yg dilaksanakan pada tanggal 8 dan 15 Desember, dia diantar oleh ayahnya. Semangat Bakti Dwi Apriani ini harus kita contoh. ‘’Ia pun berpesan untuk semua anak muda, tetaplah berjuang. Jangan mudah putus asa.Keterbatasan bukanlah penghalang untuk selalu belajar dan berkarya,” kata Direktur UT yang menceritakan kepada Jurnalis Radar Bengkulu.

Kembali Direktur UT menyampaikan, pada ujian semester ini ada Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE. Bapak Bupati ini sekarang mahasiswa UT program studi Hukum.

“Ini contoh hebat lagi, beliau ini seorang kepala daerah. Ditengah kesibukannya bekerja ia tetap merasa ilmu itu sangat penting. Beliau belajar lagi di UT. Dan UT pun jadi pilihan beliau mengingat fleksibelnya belajar,di UT dengan jarak jauh atau online”, ujarnya.

Kata Yumiati, Bupati pun ikut ujian. Sama seperti mahasiswa biasa. Tidak ada keistimewaan dan beliau pun tidak mau minta keistimewaan dari UT.

” Ya betul sekali. Kami tidak ada keistimewaan terhadap mahasiswa. Semuanya sama. UT memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin kuliah,” ucapnya lagi.

Selain dua contoh itu, masih ada lagi. Kali ini UT tetap menguji warga Lapas Curup. Walapun satu orang, mahasiswa UT tetap ujian dan diawasi seperti biasa. Sesuai dengan prosedur. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *