Gub Minta Pelindo Gratiskan Lahan Sekitar Pelabuhan

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr H. Rohidin Mersyah meminta PT Pelindo II sebagai pengelola Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu untuk menggratiskan lahan di sekitar pelabuhan. Kata Rohidin, tarif sewa lahan di pelabuhan saat ini terbilang mahal sehingga berdampak pada minimnya minat investor untuk membuka usaha di pelabuhan.

Penggratisan lahan ini juga berkaitan dengan percepatan kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kita sudah tahu bahwa puluhan tahun lahan Pelindo itu tidak dimanfaatkan. Kalau tetap memberikan syarat harus sewa itu membuat investor berpikir mending cari lahan di luar. Kalau mahal begini belum tentu investor mau. Kalau perlu digratiskan saja,” pinta Gubernur Rohidin.

Dijelaskan Rohidin, ada 6 persyaratan yang diberikan Dewan Nasional KEK kepada PT. Pelindo II agar Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu bisa dijadikan KEK. PT. Pelindo II diminta untuk memastikan perluasan lahan pelabuhan sehingga bisa memberikan akses yang layak kepada pasar. Syarat lainnya yakni Pemerintah Provinsi Bengkulu diminta untuk mempermudah perizinan kepada investor dan memberikan fasilitas kepada investor, salah satunya adalah lahan. Jika seluruh persyaratan ini dipenuhi, kata Rohidin, pihaknya menargetkan di triwulan pertama 2020, usulan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu menjadi KEK sudah masuk ke sekretariat Dewan Nasional KEK.

“Dari pada jadi lahan tidur juga kita tidak dapat apa-apa. Mending diserahkan ke investor, bisa ada produk dan kalau ada produk pelabuhan bisa naik. Tetapi kalau ada tanaman tumbuh masyarakat di atas lahan itu silakan diganti rugi,” papar Rohidin.

Sementara itu Direktur Transformasi dan Penguatan Bisnis PT Pelindo II Ugi Rulino di Bengkulu mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti permintaan Gubernur Bengkulu untuk menggratiskan lahan di sekitar pelabuhan kepada investor. Kata Ugi, dengan digratiskannya lahan di sekitar pelabuhan itu diharapkan para investor bisa mengembangkan lahan itu untuk dijadikan kawasan industri seperti membangun gudang, membuat stock pile atau membuat tanki timbun. Ugi mengakui pihaknya terus berupaya menjajaki potensi pengembangan usaha yang ada di Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu kepada para investor.

Kata Ugi, saat ini sudah ada beberapa calon investor besar baik tingkat lokal maupun nasional yang sudah melirik kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu sebagai tempat berinvestasi. “Ada beberapa tenon yang tidak ada di Bengkulu tetapi ada di pelabuhan di tempat lain dan kami sedang diskusikan sama mereka bagaimana caranya mereka bisa masuk ke Bengkulu dan memanfaatkan lahan serta membangun bisnisnya disini,” jelas Ugi.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *