Enam Tuntutan Warga Enggano untuk Pemerintah

Bengkulu Utara Featured Pemda Provinsi

Bupati Mian Ambil Langkah Cepat

RBO, ARGA MAKMUR – Setelah Kepala Suku dan Masyarakat Adat Enggano melakukan aksi protes meminta perhatian khusus Presiden Jokowi untuk memperhatikan kondisi masyarakat dan perekonomian Pulau Enggano yang mendadak viral di media sosial, kamis siang (19/12) Kemarin. Bupati Mian ambil langkah cepat dan langsung menggelar rapat internal dan akan mengirimkan tim khusus Dinas Perdagangan Pemkab BU ke Pulau Enggano pada sabtu pagi.

Setidaknya ada enam tuntutan yang disampaikan oleh warga Enggano untuk pemerintah yang dianggap lalai memperhatikan masyarakat. Secara administratif Enggano masuk dalam wilayah Bengkulu Utara, walaupun harus melalui pelabuhan pulau baai dulu untuk menuju ke Kabupaten Bengkulu Utara. Sekarang yang sedang menjadi permasalahan adalah akses transportasi dari dan menuju Enggano. Padahal jika melihat hasil bumi, maka Enggano cukup terkenal dengan pisang dan emping serta ikannya. Sehingga jika transportasi terganggu, maka warga Pulau Enggano menjadi terisolir.

Bupati BU Mian bertindak cepat untuk menyelesaikan permasalahan trasportasi warga pulau Enggano ini. Beliau meminta Dinas terkait untuk segera kembali menyurati Pemerintah Provinsi dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah –langkah strategis penanganan Pulau Enggano. “Sabtu pagi akan kita kirim tim khusus dari Dinas Perdagangan ke Pulau Enggano dan buat Dinas terkait segera kembali menyurati Pemprov dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah strategis penanganan Pulau Enggano,” Kata Mian.

Sementara itu, Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Enggano, Reddy Haeloman Kaitora menyebutkan aksi yang dilakukan dengan membuat tulisan diatas karton dan diviralkan di media sosial tersebut sebagai kekecewaan masyarakat Enggano yang meminta perhatian khusus Kepada Pemerintah terhadap sulitnya mendapatkan pasokan BBM hingga masalah transportasi. “Aksi ini dilakukan masyarakat sebagai kekecewaan masyarakat Enggano yang meminta perhatian khusus kepada Pemerintah terhadap sulitnya mendapatkan pasokan BBM hingga masalah transportasi,” kata Reddy. (bri)

Adapun Tuntutan Masyarakat Adat Pulau Enggano yakni :

1. Meminta Presiden Jokowi untuk melakukan perbaikan dua (2) Dermaga di Pulau Enggano yang dalam kondisi rusak berat, sehingga membuat kapal tidak dapat bersandar dan meminta membangun dermaga khusus untuk kapal angkutan barang.

2. Meminta Presiden Jokowi membangun jalan peghubung Desa yang berada di Pulau Enggano yang saat ini dalam kondisi rusak berat, sehingga melumpuhkan Ekonomi masyarakat dan proses belajar mengajar anak – anak sekolah.

3. Meminta membantu memulihkan kembali kehidupan petani yang sempat terhenti dalam bercocok tanam akibat kemarau panjang dan dapat menghijaukan kembali hutan dan kebun masyarakat dengan tanaman jangka panjang.

4. Meminta membangun irigasi guna mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Adat Pulau Enggano yang tidak bergantung kebutuhan pangan dari luar Enggano.

5. Meminta transportasi kapal menjelang pergantian tahun tidak mengalami rusak hingga melakukan docking.

6. Meminta pasokan BBM ke Pulau Enggano segera masuk disebabkan pasokan BBM di Pulau Enggano saat ini mulai mengalami kelangkaan dan meminta menyediakan kapal khusus untuk melakukan pengangkutan BBM ke Pulau Enggano.

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.