Kopi Sambung PHO Tepat Waktu

Featured Kepahiang Lingkungan

RBO, KEPAHIANG – Provisianal Hand Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO) serah terima kegiatan program kopi sambung tahun anggaran 2019 tuntas tepat waktu. Untuk diketahui, ditahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, mendapatkan bantuan kopi sambung bersumber dari APBN untuk lahan seluas 100 hektar.

Kemudian dari APBPD Kabupaten Kepahiang sebanyak 300 ribu batang. Bantuan bibit kopi sambung tersebut tersebar diseluruh Kecamatan Kabupaten Kepahiang.

Untuk anggaran yang berumber dari APBD tersebar di 7 Kecamatan, yaitu, Kecamatan Kabawetan, Kecmatan Ujan Mas, Kecamatan Merigi, Kecamatan Kepahiang, Kecamatan Muara Kemumu, Kecamatan Tabat Karai, Kecamatan Bermani Ilir.

Kemudian bantuan yang bersumber dari APBN khusus untuk satu kecamatan. yaitu, Kecamatam Seberang Musi. Penyaluran program kopi sambung tersebut berhasil disalurkan ke seluruh Kelompok Tani (Poktan) penerima.

Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan, S.PKP melalui Kabid Perkebunan, Deva Yurita Ambarini, SP mengatakan, saat ini serah terima kegitan program kopi sambung dari pihak ketiga sudah dilakukan. Dasarnya, masing-masing individu setiap Poktan penerima bantuan sudah membuat surat pernyataan, bahwa kopi sambung yang diterimanya sudah ditanam dan kondisinya hidup.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak ketiga tersebut, dari bidang perkebunan pun sudah turun ke lapangan langsung untuk melakukan pengecakan kebenarannya. “Alhamdulillah sudah PHO, semuanya sudah tuntas, dan selesai tepat waktu,” kata Deva saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp (WA) Jumat, (27/12).

Untuk diketahui, tahun 2020 mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang akan terus melanjutkan program kopi sambung untuk mensejahterakan petani kopi yang ada Kabupaten Kepahiang. Melalui Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, tahun 2020 mendatang Pemkab Kepahiang kembali mendapatkan bantuan kopi sambung yang bersumber dari APBN untuk lahan seluas 200 hektar atau 320.000 batang. Jumlah tersebut, meningkat dari tahun 2019 hanya 100 hektar atau 1600 batang.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *