Pembebasan Lahan Tol Diminta Dipercepat, Hutama Karya Mulai Bergerak

Ekonomi & Bisnis Featured Lingkungan

RBO, BENGKULU – PT Hutama Karya yang merupakan pihak pekerja dalam proyek Jalan Tol Bengkulu ini meminta agar mempercepat proses pembebasan lahan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Proyek Jalan Tol Bengkulu, Mastuti saat dihubungi Harian RADAR BENGKULU kemarin Minggu (05/1). Dikatakan Mastuti, saat ini pihaknya sudah melakukan beberapa progres persiapan untuk mengerjakan proyek tersebut. Pasalnya hingga tahun ini, kalau lahan tersebut belum selesai dibebaskan maka akan terganggu dalam aturan pengerjaannya.

“Kami sedang menunggu pembebasan lahan lagi diproses informasinya sampai saat ini. Dari persiapan kita saat ini di lapangan sudah ada yang mulai disiapkan. Untuk perkembangan pembebasan lahan informasinya saat ini sedang diproses P2T (Pelayanan Perizinan Terpadu) atau BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan Pejabat Pembuat Komitmen Tanah yang akan dikerjakan,” ujarnya.

Beberapa persiapan pihaknya tersebut diantaranya, sudah mempersiapkan Kontraktor atau Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksinya, peralatan kemudian material yang diperlukan. “Intinya kami menunggu siap lahannya, baru semua bisa berjalan,” lanjutnya.

Pihaknya meminta agar jajaran mitra yang ada juga ikut mempercepat persiapan yang diperlukan. Namun menurut Mastuti harus mengikut regulasi aturan yang ada. Dirinya pun meminta agar masyarakat setempat dapat mendukung pembangunan jalan tol ini.

“Kita berharap agar pihak BPN dan PPK Tanahnya harus bergerak cepat, namun harus memperhatikan administrasi dan keuangan yang tertib agar tidak bermasalah dikemudian hari. Intinya kita berkomitmen tinggal mitranya yang harus mengimbangi kesiapan dan kita meminta dukungan terhadap masyarakat Bengkulu. Semoga Jalan Tol Bengkulu ini dapat memberikan nilai positif bagi khususnya masyarakat itu sendiri,” kata dia.

Sementara itu terpisah, di awal tahun ini perkembangan pembangunan jalan tol ini masih dalam proses pembebasan lahan. Disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah BPN Bengkulu Agus Wahyudi. Ada sebanyak 6 desa yang terdampak pembangunan jalan tol sehingga harus dibebaskan. Diantaranya 4 desa sudah dilakukan pengukuran dan sudah dalam tahap pengumuman, sementara 2 desa yang belum diumumkan masih dalam tahap pengukuran. “Kalau tidak ada sanggahan atau keberatan, baru tahapan appraisal. Nanti ada tim indenpenden appraisal yang melakukan penilaian untuk ganti ruginya berapa,” ujarnya.

Untuk anggaran pembebasan lahan ini sendiri sudah disiapkan oleh Kementerian PUPR. Pembayaran akan dilakukan oleh BPN langsung setelah mendapatkan penilaian harga dari tim KJJP.

“Anggaran nya sudah disiapkan, makanya kita masih proses ini diharapkan dapat cepat,” imbuhnya.

Berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan Tol pertama di Bengkulu diawali dari trase Taba Penanjung – Bengkulu sepanjang 17,6 Km, simpang betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah membutuhkan luas tanah sekitar 270,98 hektar area (ha). Melalui 1 kota dan 1 Kabupaten, 5 Kecamatan dan 6 desa 1 kelurahan. Ada sekitar sebanyak 296 warga terdampak pembangunan ini (WTP). (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *