Petani Minta Kopi Sambung Tunas

Featured Kepahiang

RBO, KEPAHIANG – Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang akan berupaya merealisasikan kopi sambung tunas. Sebab, sejauh ini tidak semua petani menginginkan kopi sambung dahan. Kepala Dinas Pertanian Hernawan, S.PKP mengatakan entres kopi sambung dahan yang diprogramkan selama ini bisa direalisasi dengan baik, mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah. Namun, perlakuan terhadap tanaman kopi harus benar-benar diterapkan oleh petani seperti pemberian pupuk sesuai aturan.

“Petani yang belum menerima sambung kopi dahan bukan persoalan. Karena petani belum melihat hasil yang diterapkan kopi sambung dahan di dataran rendah seperti kawasan Ujan Mas -Merigi. Namun, untuk menerapkan sambung tunas kita belum ada entres yang sudah bersertifikat atau lolos penelitian,” ungkapnya.

Sambungnya, Dinas Pertanian akan mengusulkan bantuan pupuk yang akan diberikan pada petani kopi pada tahun mendatang. Menurutnya, pemberian pupuk sangat berpengaruh terhadap tanaman kopi untuk menghasilkan panen yang lebih memuaskan. “Nanti ada pemberian pupuk pada tanaman kopi, idealnya sebanyak tiga kali dalam setahun. Memang, sejauh ini belum ada bantuan pupuk ini masih kita usulkan. Kita juga menyarankan pemberian pupuk bisa menggunakan pupuk organik ,” terangnya.

Ditambahkan, masalah yang ditemukan terhadap tanaman kopi adalah hama penggerak buah maupun jamur batang yang berdampak pada menurunnya hasil produk kopi. “Kopi sambung yang sedang dicanangkan ini sebenarnya bagaimana pola budidaya yang diterapkan petani, apalagi banyaknya batang tanaman kopi yang berusia puluhan tahun, sangat perlu diremajakan dengan sistem sambung dahan. Sehingga tunasnya baru lagi,” demikian.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *