Jalan Berlumpur, Warga Padang Capo Kesulitan Beraktifitas

Featured Lingkungan Seluma

RBO, SELUMA – Warga Desa Padang Capo, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma mengeluh. Pasalnya, jalan menuju Desa Padang Capo saat ini sangat memprihatinkan. Karena, kondisi jalan yang sangat tidak memadai untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Jalan rusak mulai dari Desa Talang Giri sampai ke Desa Padang Capo kurang lebih 9 km. Kesejahteraan yang mesti dinikmati warga Desa Padang Capo terhalang oleh jalan saat ingin mengeluarkan hasil bumi seperti kopi, karet dan lainnya harus melewati medan berat.

Mereka harus berjuang dengan lumpur untuk bisa lewat membawa hasil perkebunan dan kebutuhan masyarakat setempat. Setiap musim penghujan kondisi jalanan selalu berlumpur parah, sehingga akses jalan cukup menantang dan sulit untuk dilewati, sehingga warga sekitar harus bergotong royong untuk membantu warga yang lewat dengan menariknya menggunakan tali untuk dapat mencapai tujuan mereka.

“Sudah ada pembangunan dari tiga tahun terakhir ini. Namun di tahun 2019 lalu hanya sedikit sekali. Sekitar 5 Km pembangunan dikarenakan juga anggaran yang didapatkan hanya sedikit. Kemudian jalan yang masuk mulai dari Kelurahan Sukaraja terhitung 23 Km dan saat ini sudah ada pembangunan sekitar 14 Km yang sudah di aspal, namun masih ada 9 km yang belum dapat dibangun. Dan bagian 9 km ini adalah yang paling parah, sehingga warga setempat kesulitan untuk keluar masuk desa. Mulai dari aktivitas ekonomi, itu cukup sulit ditempuh dengan melewati medan lumpur. Dan jalan tersebut pernah juga diliput langsung oleh TV Nasional di acara (Indonesia ku Trans 7),” kata salah seorang warga setempat Anton Setiawan (25), kemarin (5/1).

Kades Padang Capo Ilir, Suwandi (52) saat dihubungi RADAR BENGKULU Senin (6/1) mengakui jalan di desanya itu rusak. Untuk jalan yang rusak itu, dari desa Talang Giring sampai ke Desa Padang Capo kurang lebih 9 km. Sementara ini belum ada tindak lanjut untuk tahun 2020 serta belum ada solusi atau berita tentang perbaikan dari Provinsi maupun Kabupaten. ‘’Sedangkan jalan ini merupakan akses jalan lintas Provinsi dan Kabupaten. Jalan untuk Kabupaten itu ada kurang lebih 2 km,” kata Suwandi

Lebih lanjut dikatakan, warga sangat berharap kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk sesegera mungkin adanya pembangunan yang layak untuk mereka dan juga dalam hal ini masyarakat sudah mengajukan kepada pemerintah, namun untuk pembangunan jalan ini tidak bisa secara langsung. Tetapi dilakukan dengan bertahap setiap tahunnya dikarnakan dananya masih kurang. (mg-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *