BMKG: Jangan Gampang Percaya Isu Gempa 9,5 SR

Featured Peristiwa Sosial & Budaya

Litman: Itu Hoax, Bengkulu Memang Daerah Rawan Gempa

RBO, BENGKULU – Informasi yang beredar melalui aplikasi WA jangan mudah dipercaya. Saat ini isu yang beredar itu, soal prediksi dari peneliti asing yang menyebutkan Indonesia bisa dilanda Megathrust Gempa Maha Dahsyat sampai 9,5 SR. Kemudian Lombok dalam sehari sudah dilanda gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 – 6,0 – 7,0 SR jika gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khususnya Jakarta yang diperkirakan besarnya mencapai 8,9 SR. Inilai isu yang jangan mudah dipercaya. Apalagi panik. Jangan sampailah.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Litman mengimbau masyarakat jangan gampang percaya isu gempa maha dahsyat tersebut. “Kalau infomasi yang beredar itu gak jelas. Dan itu saya pastikan hoax, sebab hari ini saya pantau gak ada Gempa terjadi di Lombok seperti informasi yang disebutkan via WA. Sebab itu kami imbau agar masyarakat jangan gampang percaya isu hoax yang bikin resah seperti itu. Tapi saya yakin masyarakat Bengkulu sudah cerdas dan tidak mudah termakan hoax,” ungkap Litman saat dihubungi radarbengkuluonline.com, Rabu (8/1).

Kalaupun memang ada potensi gempa, BMKG lanjut Litman akan merilis pengumuman resmi. Tetapi kalau prediksi kapan waktunya itu tidak ada yang bisa memastikan.

“Kalau potensi itu sah-sah saja. Sebab kita Bengkulu ini juga termasuk daerah rawan gempa. Tapi untuk prediksi waktu kejadian, itu yang gak benar. Sebab kita ini tidak ada alat secanggih apapun yang bisa memprediksi bencana itu setepat itu waktunya. Cuman kalau potensinya bisa saja kita lihat dari pergerakan yang ada berdasarkan perhitungan-perhitungan sebelumnya,” terangnya.

Kalau potensi gempa, Bengkulu memang daerah rawan gempa karena ada dijalur pertemuan cesar Sumatera, itulah yang menjadi generator pemicu gempa di Bengkulu.

“Untuk Indonesia sendiri saya rasa memang karena ada tiga lempeng besar itu, Lempeng Indo Australia, kemudian Lempeng Eurasia dan pasifik, itu yang berpotensi megathrust atau diperkirakan kalau terjadi pecahan besar bisa gempa sampai 9, SR. Tetapi kapan terjadinya gak ada yang tahu. Kalau dari pantauan kami BMKG Kepahiang gempa-gempa kecil itu ada terus terjadi di Bengkulu. Jadi kalau ada isu-isu yang meresahkan itu, masyarakat bisa langsung saja bertanya ke BMKG atau kunjungi website BMKG,” pungkas Litman.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *