Gubernur Imbau Agar Aset yang Dikuasi Dikembalikan

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Maraknya pemberitaan terkait banyaknya aset Pemerintah Daerah yang masih dikuasi oleh mantan pejabat baik eksekutif maupun legislatif menjadi sorotan Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah. Senin (13/1) kemarin menanggapi hal ini, dirinya pun sudah mengikuti beberapa informasi setelah mengetahui masih banyak jajaran mantan Anggota DPRD yang masih menguasai mobnas (Mobil Dinas.red). Dirinya pun prihatin, karena masih banyak pihak yang memang tidak lagi menjabat namun aset pemerintah yang merupakan kekayaan negara itu masih dikuasai.

“Memang saat ini dalam pemberitaan muncul terus. Ya memang teman kita anggota DPRD sudah tahu terkait aturan penertiban aset ini. Saya juga begitu, karena ketika usai menjabat Wakil Bupati Bengkulu Selatan semua barang berharga kita memang harus dikembalikan,” ujarnya.

Dirinya menyarankan, agar pihak terkait yang memang ingin memiliki barang mewah tersebut harus mengikuti aturan yang berlaku. Seperti mengikuti proses lelang yang ada.

“Kecuali kalau kita mendapatkan mobil itu, maka harus dilelang seperti mobil ya kita bawa untuk menjadi kenangan. Untuk mantan pejabat pemprov juga, kalau memang tidak lagi menjabat ya harus dikembalikan. Kalau tidak maka kita ditanya terus dengan pihak aset BPK,” tambahnya.

Baik juga dengan mantan pejabat Pemprov yang saat ini masih ada mengusai aset baik itu lahan tanah maupun mobil dinas, agar dikembalikan. Dikarenakan hal ini dikhawatirkan akan menjadi dampak buruk bagi yang bersangkutan, terutama nanti akan tersandung perkara hukum.

“Kalau sudah masuk tahapan lelang itu maka pasti akan diberikan kesempatan untuk mengikuti itu agar bisa memiliki barang itu,” kata dia.

Sementara itu, bukan hanya aset Mobnas yang saat ini menjadi perhatian publik namun diduga masih banyak aset Pemda Provinsi Bengkulu yang masih dikuasi oleh oknum mantan pejabat diantaranya seperti lahan tanah yang saat ini menjadi perhatian pihak Kejaksaan Tinggi Bengkulu. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *