UKPBJ Provinsi Bakal Segera Proses Paket Lelang

Featured Pemda Provinsi

Sumardi : Semestinya Memang Sudah Bisa Realisasi Pekerjaan

RBO, BENGKULU – Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan siap untuk memproses paket lelang yang sudah dialokasikan dalam APBD Provini tahun ini. Hanya saja cepat atau lambatnya paket tersebut menjalani proses lelang, tetap tergantung dengan usulan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala UKPBJ Provinsi, Mursalun Lubis melalui Sekretaris, Oktin Elevan memastikan jika saat ini pihaknya sudah sangat siap memproses bila sudah ada pengajuan paket lelang dari OPD. Kalau yang berkaitan dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja), sebenarnya tidak ada persoalan. Karena, Surat Keputusan (SK) Pokja yang baru belum turun.

“Secara otomatis masih menggunakan Pokja yang lama. Mengingat untuk SK yang lama, tidak berlaku surut. Maka dari itulah kita berani pastikan, siap memproses paket lelang jika OPD sudah mengajukan. Memang diakhir tahun lalu kita melakukan asessment terhadap anggota Pokja, lantaran ada beberapa orang yang pindah,” ungkap Oktin, kemarin (11/1).

Menurutnya, bagi OPD yang telah siap dapat segera mengajukan paket kegiatannya pada UKPBJ agar bisa segera menjalani proses lelang. “Yang jelas paket yang masuk bakal kita proses. Jangan sampai kita terlambat gara-gara SK belum turun. Untuk jumlah anggota Pokja sebanyak 30 orang, dan memang berkurang karena ada yang pindah,” ujarnya.

Sebelumnya, Wagub Bengkulu, H. Dedi Ermansyah, SE mengharapkan agar OPD yang memiliki kegiatan paket lelang, dapat segera menyampaikan ke UKPBJ. “Semakin cepat menjalani proses lelang, saya rasa semakin baik. Sehingga nantinya kegiatan bisa segera terealisasi, sebagaimana harapan yang pernah disampaikan Pak Gubernur,” singkat Dedy.

Sebelumnya dari Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Drs H. Sumardi MM, dia pernah mengatakan, sebenarnya untuk paket pekerjaan itu sudah bisa mulai dikerjakan sejak APBD disahkan. “Kalau di DKI Jakarta itu meskipun sampai 1400 paket pekerjaan, tapi mereka tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu setiap akhir tahun. Itu karena begitu APBD ketok palu, mereka sudah langsung bergerak melaksanakan proses lelang dan realisasi pekerjaan,” kata Sumardi. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *