Gedung Sekretariat DPRD Provinsi Bakal Roboh, Komisi III Khawatir

Featured Politik

Sumardi : Kalau Gak Ada, Kita Anggarkan di APBD Perubahan

RBO  >>>  BENGKULU   >>>   Gedung utama sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, dimana gedung tersebut terdapat ruangan unsur pimpinan, ruangan komisi, ruang Banleg, ruang BK serta ruang rapat paripurna dilantai II bakal roboh. Hal ini karena tanah pelapis tebing gedung utama sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu tersebut sudah turun sejak tahun 2019 lalu, namun hingga sekarang belum diperbaiki pelapis tebingnya.

“Kalau kita lihat sekarang kondisinya dan apabila terjadi longsor sampai konstruksi pilarnya. Artinya, daya tahan gedung ini sudah gak bisa dijamin lagi. Dan nanti kalau tidak ada anggaran rehabnya di PU untuk pelapis tebing gedung sekretariat DPRD ini, maka akan kita anggarkan di APBD Perubahan. Sebab kalau di DPRD sudah saya lihat gak ada anggaran untuk perbaikan itu,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Drs H. Sumardi MM, saat ditemui di ruangan Ketua Komisi III, Senin (12/1).

Dijelaskan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Dapil Kota Bengkulu dari Partai Golkar itu, apalagi dengan kondisi cuaca saat ini musim penghujan, tentu mereka khawatir bekas longsoran pelapis tebing itu akan terus turun tergerus air hujan. “Itukan kalau kita lihat paling dengan dana hanya sekitar Rp 300 juta cukup untuk pelapis tebing gedung ini. Dan itu paling pokok menurut saya. Karena ini menyangkut rangka konstruksi pokok bangunan gedung utama wakil rakyat Bengkulu ini. Ini mestinya harus cepat tanggap. Dan kalau memang belum dianggarkan di APBD saat ini, di APBD Perubahan kita anggarkan agar diselesaikan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Selain itu, Sumardi juga mengatakan di tahun 2019, pihaknya sudah minta pada Plt Sekwan agar dianggarkan. Selain pelapis tebing juga untuk penataan taman dan jalan gedung DPRD ini. “Kita sudah cek di dewan gak ada anggaran itu. Kemudian kita juga cek ke PU, dan ternyata PU secara eksplisit tidak menyebutkan bahwa ada anggaran untuk itu. Termasuk pengaspalan jalan di DPRD ini. Itu sebenarnya sudah kita usulkan, nah ini gak bisa disambil-sambil dengan kontraktor lain. Kalau ini disambil-sambil, artinya nanti akan mengurangi volume dan kualitas pekerjaan ditempat lain. Ini harus kita pikirkan. Masa gedung dewan provinsi sudah bagus, kursinya, mejanya bagus begini ruangan begitu, pekarangan aspalnya gak jelas, dan tanah tebing longsor itu berbahaya,” pungkas Sumardi.

Sebelumnya saat ditanyakan terhadap Plt Sekwan Provinsi Bengkulu, Syaiful SH dia mengatakan untuk pelapis tebing gedung DPRD itu, sudah ada di dinas PU. “Itu langsung dinas PU yang mengerjakannya. Berapa dananya, silakan tanya ke dinas PU,” singkat Syaiful. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *