Divonis Penyakit Kanker Nasofaring, Gilang Butuh Bantuan

Featured Kepahiang Kesehatan

RBO, KEPAHIANG – Gilang Dan Verado (19), warga Desa Pematang Donok, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang butuh uluran tangan para dermawan. Sejak divonis dokter mengidap penyakit kanker masa nasofaring (kanker tenggorokan menyebar ke hidung, dan mulut), sekarang alumnus SMA Negeri 1 Kabawetan ini tidak bisa melakukan aktifitas apa-apa. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Bantuan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Kepahiang sangat diharapkan pihak keluarga untuk kesembuhan Gilang.

Pasangan Maryanto dan Yusna Dewi ini tidak bisa berbuat banyak untuk putranya, lantaran keterbatasan uang. Untuk pengobatan tentu biayanya tidak sedikit, sementara Maryanto sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, dan Yusna Dewi hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Penghasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya putra kedua dari pasangan, Maryanto dan Yuna Dewi ini bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setelah lulus SMA tahun 2018 lalu, Gilang berniat menunaikan cita-citanya menjadi seorang TNI. Pada saat mengikuti seleksi Gilang dinyatakan gugur karena mengalami amandel.

Satu bulan kemudian, Gilang mulai mengalami kesusahan untuk bernapas. Kemudian mengalami pendarahan hebat di hidung, dan mengalami sakit kepala yang luar biasa. Beberapa waktu kemudian tepatnya bulan Juli 2019, muncul bejolan di bagian leher sebelah kanan, sehingga susah untuk membuka mulut. Lantas oleh kedua orang tuanya, Gilang dibawa ke rumah sakit M Yunus Bengkulu. Namun, oleh dokter setempat langsung mengeluarkan rujukan ke Rumah Sakit Palembang untuk mendapatkan pengobatan serius. Pihak keluarga pun langsung membawa Gilang ke Palembang, dan menjalani perawatan di Pelembang kurang lebih selama 1 bulan. Berdasar hasil pemeriksaan dokter setempat, Gilang divonis mengidap penyakit kanker Masa Nasofaring yang sudah melebar ke hidung, mulut dan tenggorokan.

Seharusnya, GilangĀ  tetap menjalani perawatan medis di rumah sakit Palembang. Namun, karena keterbatasan biaya, akhirnya Gilang dibawa pihak keluarga pulang ke Kabupaten Kepahiang. Akhir Desember 2019 lalu kondisi Gilang semakin lemah, hingga saat ini, Gilang sudah tidak bisa banyak bergerak, kecuali terbaring tanpa ada obat yang mengalir untuk kesembuhan penyakit yang dialaminya. “Saat ini Gilang ingin sekali berobat ke Klinik Asalam yang berada di Kabupaten Rejang Lebong. Tapi pihak keluarga tidak punya biaya untuk membawanya ke Klinik Asalam. Keluarga tidak bisa berbuat banyak, karena kondisi ekonomi yang tidak memadai,” ungkap Paman Gilang, Melyanda Oky.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *