Kurungan Dirwan Mahmud Dikurangi 18 Bulan

Featured Hukum & Kriminal Politik

Dari 6 Tahun menjadi 4 tahun 6 BulanĀ 

RBO, BENGKULU – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) mantan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Dimana yang bersangkutan menjadi terpidana kasus fee proyek dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 15 Mei 2018 yang lalu. Dalam rapat musyawarah majelis Hakim pada Senin 18 November yang lalu, oleh DR H Suhadi Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Hakim Prof Dr Mohamad Asikin. Hakim Ad Hoc pada mahkamah agung dengan petikan nomor 363 PK/Pid.sus/2019 ini telah diterima oleh Pengadilan Negeri Bengkulu. Hal ini diterangkan oleh Humas PN Bengkulu Imanuel, SH. Dengan diterimanya putusan MA ini maka kurungan tahanan Dirwan dikurangi 1 tahun 6 bulan menjadi 4 tahun 6 bulan yang sebelumnya dipidana penjara selama 6 tahun dengan denda Rp 300 juta. Kendati demikian menurut Imanuel, hak politik yang bersangkutan akan tetap dicabut selama 3 tahun setelah bebas nanti.

“Kita telah menerima petikan putusan dari pemohonan yang diajukan dari Dirwan Mahmud dari kuasa hukumnya. Dari putusan itu MA telah mengabulkan PK yang bersangkutan dengan mengurangi pidana semula penjara 6 tahun, menjadi selama 4 tahun 6 bulan ada penurunan kurungan,” terangnya kemarin Selasa (14/1).

Sementara itu dirinya menerangkan, atas putusan ini akan dibacakan oleh Penuntut umum. “Saat ditahan maka hitungan nya 4 tahun 6 bulan, dengan dipotong masa tahanan kurungan dari awal. Untuk hak politik dicabut selama 3 tahun. Saat bersangkutan sudah menjalani pidana disitulah yang bersangkutan hak politiknya dicabut. Ini segera akan disampaikan dengan pihak terkait, dimana nanti Penuntut Umum yang melaksanakan hal ini,” tambahnya.

“Karena Dirwan Mahmud ini sebelumnya meninjau Permohonan Kembali dari putusan pengadilan beberapa waktu lalu atas perkara fee proyek,” imbuhnya.

Terkait putusan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri, mengatakan pihaknya menghormati putusan dari MA tersebut. Selanjutnya pihaknya akan melakukan eksekusi sesuai putusan MA tersebut.

“Kita terima dan hormati putusan dari MA, selanjutnya akan kita lakukan eksekusi jika sudah menerima salinan putusannya,” sampai Ali.(Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *